Kinerja Industri Manufaktur Membaik di 2022

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta : Sektor industri pengolahan menunjukkan kinerja yang semakin meningkat, dan peningkatan tersebut diprakirakan akan berlanjut di semester I-2022.

Meningkatnya kinerja industri manufaktur terlihat dari indeks industri manufaktur yang dirilis Bank Indonesia atau Prompt Manufacturing Indeks Bank Indonesia ( PMI-BI ) yang menunjukkan peningkatan dari 48,75 persen pada triwulan III-2021 menjadi 50,17 persen di triwulan IV-2021.

“Dengan demikian kinerja industri pengolahan berada di fase ekspansi,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan tertulisnya, Jumat ( 14/1/2022).

Peningkatan kinerja industri pengolahan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, dengan indeks tertinggi pada komponen Volume Produksi, Volume Total Pesanan dan Volume Persediaan Barang Jadi. Sementara itu, berdasarkan subsektor, peningkatan terjadi pada mayoritas subsektor, dengan indeks tertinggi pada Makanan, Minuman dan Tembakau (51,84%), Logam Dasar Besi dan Baja (51,80%), Tekstil, Barang Kayu dan Alas Kaki (50,98%), serta Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya (50,66%). 

“PMI-BI tersebut sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang positif,” tukas Erwin.

Menurut hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia,  kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2021 tumbuh positif. Meskipun Saldo Bersih Tertimbang (SBT) nya sedikit lebih rendah dibandingkan SBT triwulan sebelumnya.

SBT triwulan IV-2021 tercatat sebesar 7,10%, sedangkan SBT trwiulan III-2021 sebesar 7,58%. Peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Pengangkutan, serta Komunikasi, didorong oleh meningkatnya permintaan sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, serta perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Dari sisi kapasitas produksi terpakai, di  triwulan IV 2021 tercatat sebesar 72,60%, juga lebih rendah dari 73,30% pada triwulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan dengan 71,96% pada triwulan IV 2020. 

Meski kapasitas produksinya menurun di triwulan IV, tapi tidak terlalu mempengaruhi penggunaan tenaga kerja meskipun masih mengalami kontraksi. Begitu pula dengan kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan kondisi pada periode sebelumnya, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Secara keseluruhan, melihat perkembangan sektor industri pengolahan di triwulan IV-2021, Bank Indonesia memproyeksikan kinerja sektor Industri pengolahan akan melanjutkan peningkatannya di triwulan I-2022. PMI-BI triwulan I 2022 diprakirakan lebih tinggi,  sebesar 53,83%. Peningkatan tersebut didorong oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama Volume Produksi, Volume Total Pesanan, Volume Persediaan Barang Jadi dan Jumlah Karyawan yang berada pada fase ekspansi. 

Sama halnya dengan kegiatan dunia usaha. Responden yang disurvei BI meyakini kegiatan usaha akan meningkat pada triwulan I 2022,  dengan SBT sebesar 9,39%. Peningkatan tersebut bersumber dari beberapa sektor utama yang mencatat kinerja positif, terutama sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, sejalan dengan periode panen raya tanaman bahan makanan.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.