Kiprah Syekh Ali Jaber dalam Catatan MUI

by -13 views
Berita Terkini

, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian ulama kharismatik Syekh Ali Jaber di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta, Kamis (14/01/2021) pukul 08.30 WIB.

“MUI turut berduka cita atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Salah satu murid Syekh Ali Jaber menjelaskan ulama asal Madinah ini meninggal pada hari ini  sekitar pukul 09.00 di Rumah Sakit Yarsi. Semoga akhir hayat beliau khusnul khotimah,” kata Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Amirsyah Tambunan, di Jakarta, Kamis (14/01/2021).

Baca Juga: Syekh Ali Jaber Dikenal Dekat dengan Jokowi

Sementaa itu, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Chalil Nafis mengatakan, bahwa Syekh Ali merupakan orang yang saleh dan dai yang istiqamah.  

Dalam catatan Kiai Chalil, sosok Syekh Ali Jaber merupakan sosok rendah hati. Itu terlihat pada pada 2015 ketika terjadi perbedaan pendapat tentang ibadah qurban yang di soal publik,

Syekh Ali dengan rendah hati datang ke MUI, menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada umat Islam dan para ulama di Indonesia.  

Selain sosok yang rendah hati, dalam pandangan Kiai Cholil, Syekh Ali Jaber juga tidak diragukan kecintaannya kepada Indonesia.

Syekh Ali lahir dan besar di Arab Saudi dan status awalnya adalah warga Arab Saudi, namun cintanya kepada Indonesia sepenuh hati. 

“Dalam pergaulan keseharian dan interaksi personal, sangat rendah hati dan selalu menekankan persatuan. Cintanya kepada Indonesia tidak diragukan meskipun lahir dan besar bahkan status awalnya adalah warga negara Arab Saudi,” teragnya. 

“Tetapi cintanya kepada NKRI sepenuh hati. Almarhum menjadikan Islam sebagai keyakinan yang mendorongnya mencintai Indonesia,” imbuhnya. 

Baca Juga: Sosok Syeikh Ali di Mata Aa Gym

Kiai Chalil menambahkan, Syekh Ali juga rela menyelenggarakan dakwah bermodal koceknya sendiri melalui yayasannya. Selain itu, juga ikhlas mendatangi pelosok negeri untuk terus berdakwah. 

“Bahkan peristiwa ditusuknya beliau pun tidak menyurutkan almarhum untuk terus berdakwah ke daerah terpencil. Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu. Alfatihah,” pungkasnya mendoakan.

(Ilustrasi/Foto: Net).

Selengkapnya…