Kisah Nikolaus, Terseret, Dijepit Kayu, Dihantam Batu

by -20 views

Jamaninfo, Ende: Hujan deras mengguyur tak henti di Pulau Adonara, Kecamatan Flores Timur, NTT.

Khawatir langit terus memuntahkan air, Nikolaus Bunganaen bergegas ke rumah rekannya di asrama Mapolsek Adonara, pulang dari acara keluarga.

Setelah menitipkan anak dan istrinya, Nikolous yang merupakan anggota Polsek Adonara bergegas pulang ke rumah untuk menyelamatkan mertua, ipar, dan adik-adiknya.

Berhasil mengungsikan mertua, Niko kembali ke rumah untuk mengambil laptop, kamera dan beberapa dokumen penting.

Namun di situ bencana itu datang, banjir dengan arus deras sudah naik dengan ketinggian lebih dari semeter.

“Begitu saya keluar rumah air sudah setinggi leher. Saya pegang senter karena malam itu gelap. Tiba-tiba saya dibawa banjir sejauh 200 meter. Saya sempat dijepit kayu, dan badan dihantam kayu, dan batu. Saya terus ikut arus air. Kadang saya tenggelam lalu muncul lagi,” kisah Niko yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Adonara saat berbincang dengan RRI.co.id, Rabu (7/4/2021).

Dalam kondisi terbawa arus, Niko berdoa diberikan keselamatan agar dapat hidup dan menghidupi anak istri. Sempat tersangkut kayu, Niko akhirnya dapat selamat setelah naik ke atas tembok.

“Saya terus berjuang. Saya terus doa. Doa saya hanya satu saja, Tuhan saya mau hidup demi istri dan anak saya. Saya lalu terbawa arus lalu ada pohon mangga yang jadi tumpuan sehingga saya lompat ke tembok rumah warga,” kisahnya.

Begitu di atas tembok, lanjut Niko, dia lantas memanggil sang adik yang juga tersangkut setelah terseret derasnya arus air bah.

“Saya panggil adik saya sekira 6 meter yang sedang terjepit kayu. Saya lalu turun, dan tarik tangan sehingga kami naik ke tembok, lalu ada warga datang selamatkan kami. Saya selamat memang karena berkat Tuhan. Saya selamat karena memang mujizat. Kalau saya pasrah dan putus asa pasti saya meninggal. Tapi memang ini kuasa Tuhan,” ujar Niko.

Niko terus bersyukur dapat selamat, sebab besarnya bencana, sehingga dirinya tidak dapat menggambarkannya lagi.

“Memang kejadian malam itu saya tidak bisa bayangkan, karena air sangat deras dicampur batu, dan kayu,” paparnya.

Istri Niko, Florida mengatakan, sempat pasrah dan menguatkan dua orang anaknya.

“Saya paginya cari suami saya tidak ketemu. Saya sempat pasrah kembali ke rumah lalu bilang ke anak-anak kita harus siap yang terburuk kalau terjadi sesuatu pada bapak,” papar Florida.

Namun menjelang siang ia mendapat kabar kalau suaminya selamat.

“Saya hanya mau sampaikan uang dan harta bisa dicari, tapi keluarga adalah segala-galanya. Saya malam itu hanya pegang ATM. Semua di dalam rumah dibawa banjir hanya tinggal laptop, kamera dan surat penting,” paparnya. (Ccp)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…