KSSK : Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga Baik

by -13 views

Jamaninfo, Jakarta : Di tengah merebaknya wabah pandemi Coronavirus (Covid-19) yang masih berlanjut, rasio prudensial sektor keuangan yang berperan penting terhadap stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan baik.

“Hingga Maret 2021, perbankan masih menunjukkan kondisi permodalan yang kuat dengan Capital Adequacy Ratio(CAR) berada pada level 24,18%, gearing ratioindustri pembiayaan di level 2,03 kali, serta Risk-Based Capital(RBC) industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing jauh di atas threshold. Kecukupan likuiditas perbankan juga terjaga tercermin dari AL/NCD dan AL/DPK per 21 April 2021 sebesar masing-masing 162,69% dan 35,17% yang berada di atas threshold. Dana,” demikian menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan tertulis yang diterima RRI di Jakarta, Senin (3/5//2021).

Pihak Ketiga (DPK) masih menunjukkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,50% (yoy). Kredit perbankan masih dalam zona kontraksi sebesar 3,77% (yoy) karena baseeffectyang tinggi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun meski demikian kredit perbankan mulai menunjukkan pertumbuhan positif secara mtmsebesar 1,43% atau tumbuh sebesar 0,27% (ytd). Risiko kredit Non-performing Loan(NPL) grossmembaik menjadi 3,17% dibandingkan bulan sebelumnya. 

Di sisi lain, Non-perfoming Financing(NPF) perusahaan pembiayaan juga membaik ke level 3,74%. OJK tetap fokus memperkuat pengawasan dan surveillancesecara terintegrasi guna mendeteksi potensi risiko terhadap SSK dan terus mendorong upaya kebijakan yangpreemptivedan forwardlookinguntuk membantu percepatan pemulihan sektor riil dan perekonomian secara keseluruhan serta menjaga momentum penguatan ekonomi.  

Per Maret 2021, penjaminan LPS mencakup 99,92% dari total rekening atau 50,15% dari total nominal simpanan. Pada tanggal 22 Februari 2021, LPS telah menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan Rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing 25 bpsmenjadi 4,25% dan 6,75%.

TBP untuk simpanan valuta asing pada Bank Umum juga diturunkan sebesar 25 bpsmenjadi 0,75%. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong penurunan biaya dana (cost of fund)perbankan agar suku bunga kredit menjadi turun untuk mendorong pertumbuhan kredit. 

Melanjutkan kebijakan relaksasi sebelumnya, seperti relaksasi pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran premi oleh bank peserta penjaminan untuk memberikan tambahan ruang likuiditas bagi bank serta relaksasi penyampaian laporan berkala bank untuk mengurangi beban pelaporan bank.

LPS juga menerbitkan kebijakan relaksasi penyampaian laporan data Single Customer View. Sebagai otoritas penjamin simpanan dan resolusi bank, LPS akan terus berupaya mengambil langkah-langkah strategis melalui berbagai instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga SSK dan mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Langkah-langkah kebijakan yang terkoordinasi dengan baik diharapkan dapat efektif menjaga SSK. Selain itu, koordinasi yang kuat dalam hal monitoringdan evaluasi terhadap implementasi Paket Kebijakan Terpadu KSSK.

Paket Kebijakan Terpadu KSSK yang telah luncurkan pada awal Februari 2021 akan terus dilakukan guna menjamin efektivitas dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. (imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…