Lansia Palangka Raya Antusias Ikuti Vaksinasi Booster

by -12 views

Jamaninfo, Palangka Raya: Warga lanjut usia (lansia) di Palangka Raya antusias mengikuti pemberian vaksinasi booster di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus pada Kamis (13/1/2022).

Salah seorang peserta vaksinasi, Rusmini, yang berusia 65 tahun mengaku datang untuk divaksin bersama sang kaka. Rusmini tinggal di Kilometer 7 Palangka Raya atau cukup jauh dari RSUD Doris Sylvanus. Namun karena meyakini pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi kesehatannya, Rusmini memilih untuk pergi mendapat vaksinasi sekalipun hujan mengguyur Palangka Raya sejak subuh.

“Untuk supaya jangan kena Corona supaya kita jaga-jaga karena kita orang tua,” ujarnya ketika dibincangi usai mendapat vaksinasi.

Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Yayu Indriaty, mengatakan pelayanan vaksinasi booster bagi lansia atau warga usia 50 tahun ke atas operasional setiap hari mulai pukul 08.00 pagi setiap Senin-Sabtu.

“Kalau melihat teknis pelaksanaan sama kayak yang biasa-biasa ini aja, karena ini kan regular artinya tempatnya dan segala macam kan sesuai dengan yang ada di rumah sakit bergabung dengan yang vaksin satu dan vaksin dua. Ada yang disiapkan dengan ini PeduliLindungi tapi kami enggak nih kayaknya masih manual seperti seperti biasa. Kemarin kami buka seperti itu, tapi ini enggak ya. Kecuali nanti membludak baru nanti kami seperti itu,” ujarnya.

Yayu menambahkan jenis vaksin untuk booster atau vaksinasi dosis ketiga yang disediakan Dinas Kesehatan yakni Pfizer.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul, mengatakan terdapat tujuh kabupaten/kota di Kalteng yang memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi booster.

Menurut Suyuti, vaksinasi booster bersifat opsional maka dalam pelaksanaannya tidak akan dibuat vaksinasi massal. Peserta vaksinasi booster harus menunjukkan tiket yang dapat dilihat di Aplikasi PeduliLindungi yang mencantumkan lokasi pemberian vaksinasi.

“Tapi kalau di PeduliLindungi belum muncul sabar saja. Artinya pemerintah pusat mengatakan belum saatnya si A Si B itu dapat vaksinasi booster. Itu yang vaksinasi booster mengacu anjurannya adalah kalau mendapat vaksin homolog maka boosternya itu heterolog. Homolog itu diantaranya AstraZeneca, kemudian Sinovac, Sinofarm, kemudian yang heterolog itu Pfizer dan Moderna. Jadi kalau dapatnya Moderna, Moderna mestinya yang homolog untuk boosternya justru Sinovac,” jelas Kepala Dinkes Kalteng.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng ini menambahkan pemberian vaksinasi booster diberikan secara bertahap. Pemerintah pusat memperkirakan pada Januari hanya sebanyak 21 juta orang yang mendapat vaksinasi booster dari sasaran kurang lebih 180 juta orang. (imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.