Lima Lokasi Bandung Barat Kembali Digeledah KPK

by -14 views

Jamaninfo, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di Lembang, Bandung Barat pada Kamis , 8 April 2021. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Menurut plt jubir KPK Ali Fikri, salah satu lima lokasi tersebut yakni kediaman dari pihak swasta M. Totoh Gunawan (MTG)

“Kamis (8/04/2021) Tim Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di 5 lokasi berbeda yang berada diwilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yaitu rumah kediaman dari Tsk MTG dan  pihak-pihak yang diduga mengetahui perkara ini,” kata Ali dalam keterangan tertulisnya , Jumat (9/4/2021).

Menurut Ali, penyidik antirasuah berhasil mengamankan beberapa dokumen dari hasil penggeledahan tersebut.

“Dari lokasi tersebut ditemukan diamankan berbagai bukti diantaranya dokumen yang diduga terkait dengan perkara,” jelas Ali.

Ali mengatakan, barang bukti tersebut sudah diamankan tim penyidik KPK. Bukti baru itu tengah dianalisis untuk kemudian dijadikan alat pembuktian di persidangan kasus ini.

“Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisa untuk segera di ajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud,” kata Ali.

KPK sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Tahun 2020 yang pernah dikatakan oleh wakil ketua KPK Alexander Marwata

Tiga tersangka, yaitu Bupati Bandung Barat 2018-2023 Aa Umbara Sutisna (AUS), Andri Wibawa dari pihak swasta/anak dari Aa Umbara, dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG).

“Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan pada Maret 2021 dengan menetapkan tersangka AUS, AW, dan MTG,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Dalam proses penyidikan kasus tersebut, Alex mengatakan tim penyidik KPK telah memeriksa 30 saksi terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemkab Bandung Barat dan beberapa pihak swasta lainnya.

Namun bupati bandung barat dan anaknya belum ditahan oleh penyidik kpk dikarenakan kedua tersangka ini mengirimkan surat keterangan sakit yang menyebabkan belum ditahan oleg kpk

Atas perbuatan tersebut, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sementara itu, tersangka Andri dan M Totoh disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…