Mahfud Sebut Dampak Bila UU ITE Dihapus

by -26 views

Jamaninfo, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyampaikan hasil kajian pihaknya terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE). Menurutnya mencabut aturan itu sama dengan bunuh diri.

“Hasilnya UU ITE tidak akan dicabut. UU ITE tidak akan dicabut. Bunuh diri kalau kita mencabut UU ITE itu,” kata Mahfud saat jumpa pers resmi digelar secada daring lewat kanal Youtube Kemenko Polhukam, Jumat (11/6/2021).

Mahfud menjelaskan hasil kajian ini didapat dari berbagai diskusi yang melibatkan akademisi, praktisi hukum, LSM, korban UU ITE, pelapor UU ITE, politisi, dan jurnalis.

Pemerintah, kata Mahfud, berencana membuat dua produk hukum, yaitu pedoman implementasi UU ITE dan revisi terbatas UU ITE. 

“Akan dilakukan revisi terbatas, sifatnya semantik dari sudut redaksional, tapi substantif uraian-uraiannya,” ungkap Mahfud.

Sebelumnya, pemerintah telah membentuk dua tim kajian UU ITE. Keputusan itu diambil lantaran banyak desakan masyarakat untuk merevisinya. 

Dalam keputusannya, tim berencana melakukan perubahan sejumlah pasal dalam UU itu.

Total ada 4 pasal dan satu pasal lain yang akan diajukan untuk direvisi terbatas. Antara lain Pasal 26 (tentang penggunaan data pribadi), Pasal 27 (distribusi konten terkait kesusilaan, judi, hingga pencemaran nama baik), Pasal 28 (tentang penyebaran hoaks hingga SARA), dan Pasal 36 (tentang perbuatan terkait konten yang dianggap merugikan).

Pasal lainnya yang baru akan dimasukkan, yaitu Pasal 45c.

Mahfud menekankan revisi pasal itu dilakukan untuk meniadakan multitafsir, menghilangkan pasal karet, dan kriminalisasi masyarakat.

Namun dia belum menyampaikan rincian pasal baru 45c yang akn ditambahkan itu. Dia hanya menyebutkan perubahan sejumlah pasal dilakukan tanpa harus mencabut UU ITE. (DNS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.