Meningkatkan Memori dengan Mempercepat Osilasi Gelombang Otak

by -12 views

Jamaninfo, Florida: Otak terbuat dari jutaan sel yang disebut neuron, yang mengirim pesan listrik untuk berbicara satu sama lain dalam pola aktivitas listrik vertikal yang disebut osilasi. Dengan menginduksinya terlebih dahulu, kemudian menemukan amplitudo gelombang otak tertentu ditingkatkan selama memori, pada akhirnya kinerja memori itu sendiri dapat ditingkatkan. 

Dan manusia dapat meningkatkan daya ingat jika dia dapat meningkatkan kecepatan osilasi ini.

Asisten profesor psikologi Rick Addante dan mahasiswa doktoral psikologi klinis Mairy Yousif, bersama peneliti dari California State University, San Bernardino, melihat potensi peningkatan otak dalam makalah penelitian, “Meningkatkan Gelombang Otak Meningkatkan Memori.” Makalah ini diterbitkan dalam Frontiers for Young Minds edisi November 2021.

Tim menganalisis apakah memori dapat meningkat dengan merangsang otak menggunakan kilatan cahaya dan suara yang mengajarkan gelombang otak untuk melakukan sinkronisasi. Orang-orang menerima stimulasi otak berirama dari kilatan cahaya visual di kacamata khusus dan mendengar bunyi bip di headphone. 

Proses ini dikenal sebagai entrainment dan melatih otak untuk sinkron pada pola gelombang tertentu yang disebut theta. Orang yang otaknya dilatih untuk berada di theta menunjukkan peningkatan memori dibandingkan dengan orang yang menerima stimulasi acak. Tim menemukan bahwa entrainment dapat dengan aman memanipulasi gelombang otak untuk meningkatkan memori seseorang, yang membuka kemungkinan menggunakan perangkat seperti yang diteliti untuk membantu orang yang menderita gangguan memori, seperti dikutip dari Florida Institute of Technology, Rabu (24/11/2021).

Dua percobaan dilakukan untuk melihat apakah meningkatkan gelombang theta akan meningkatkan pembelajaran dan memori dengan meminta orang mempelajari daftar 200 kata, satu per satu. Mereka kemudian melakukan tes memori kata-kata itu dengan 100 kata baru yang dicampur. 

Eksperimen pertama memeriksa peningkatan gelombang theta melawan gelombang beta, dan kedua membandingkan peningkatan pola theta vs pola acak. Di antara belajar dan tes memori, ada 36 menit audio dan visual entrainment. Stimulasi audio-visual otak diberikan tergantung pada kelompok orang yang ditugaskan—theta, beta, atau pola kebisingan acak. Kacamata itu menghalangi semua yang terlihat selain lampu yang berkedip-kedip. Selain itu, headphone hanya memungkinkan mendengar suara yang disajikan, dan individu dapat mengontrol volume dan kecerahan lampu.

Meski studi entrainment berhasil, dan tim percaya efek ini akan digeneralisasi ke rangsangan lain dan pada ukuran memori di masa depan, ada lebih banyak yang harus dipelajari, seperti contoh jumlah minimum waktu yang dibutuhkan agar entrainment bekerja (penggunaan 36 menit adalah karena pengaturan dari perangkat pabrik) atau berapa lama perbaikan berlangsung.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.