Menkes Tegaskan AstraZeneca Aman Bagi Umat Muslim

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk menyaksikan vaksinasi Covid-19 yang digelar di Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Menkes Budi turut mengucapkan terima kasih kepada Ma’ruf Amin, yang telah memberikan contoh kepada masyarakat, khususnya umat muslim, bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca aman dan boleh digunakan.

“Bapak (Ma’ruf Amin) sebagai senior dari umat muslim di seluruh Indonesia sudah memberikan contoh bahwa vaksin AstraZeneca ini aman, boleh, dan wajib hukumnya untuk disuntikkan ke seluruh umat muslim di Indonesia untuk mencapai kekebalan komunal dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19,” kata Menkes Budi, dalam keterangannya yang disiarkan Youtube Wakil Presiden, Rabu (7/4/2021).

Budi berharap, setelah penyuntikan vaksin AstraZeneca di MUI, proses vaksinasi AstraZeneca diseluruh wilayah Indonesia berjalan dengan lancar.

“Saya percaya, mudah-mudahan sesudah adanya menyuntikan AstraZeneca di MUI ini, penyuntikan AstraZeneca diseluruh Indonesia diseluruh pelosok nusantara ini, dan di seluruh orang-orang beragama muslim Indonesia bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Disisi lain, Ma’ruf Amin menyebut vaksinasi keempat di MUI ini istimewa, karena menggunakan vaksin AstraZeneca asal Inggris.

“Hari ini saya ikut menyaksikan vaksinasi di Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, ini yang keempat. Istimewanya, vaksinasi yang keempat ini menggunakan vaksin AstraZeneca. Kenapa itu menjadi istimewa karena memang masalah ini jadi persoalan yang cukup hangat,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf, sesuai dengan pandangan dan keputusan MUI terkait dibolehkannya vaksin AstraZeneca meski ada suatu unsur bahan yang haram, maka jangan lagi persoalkan halal atau haram, melainkan boleh atau tidak.

“Majelis ulama sesuai dengan pandangan dan keputusannya bahwa AstraZeneca walaupun ada persoalan dalam bahannya, ada suatu yang haram tapi dinyatakan boleh digunakan. Karena itu, maka yang kita persoalkan jangan lagi bicara soal halal atau haram, tapi boleh atau tidak boleh,” sebutnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…