MTsN 1 Pati Raih Medali Emas Internasional

by -20 views

Jamaninfo, Jakarta: Tim riset Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati kembali meraih prestasi di ajang internasional. Kali ini, tim melakukan riset untuk mengetahui manfaat ampas tebu sebagai peredam bunyi. Usaha itu diganjar medali emas untuk kategori Environment dalam ajang Innovation and Invention Competition (I3C). 

Kompetisi riset tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA). Pemenang kompetisi tersebut diumumkan secara virtual oleh penyelanggara, Minggu (28/11/2021).

Tim Riset MTsN 1 Pati terdiri atas Arifianti Atiqotuz Zahro, Rindu Jenar Asmaranti, Lu’lu’ Zahira Juair, Izza Raihanun Sekarlangit, dan Diera Sarah Dzikriyah. Judul penelitian mereka adalah A Compossite of Bagasse as Sound-Dampening Acoustic Material. 

Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, bersyukur atas perolehan medali emas pertama tingkat internasional bidang riset yang diraih anak didiknya.

“Berkat rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan karamah Waliyullah serta usaha keras dari anak-anak beserta guru pembimbingya,” ujar Ali dalam keterangannya, dikutip RRI.co.id, Selasa (30/11/2021).

Ia mengatakan, perolehan medali ini juga tidak terlepas dari doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Pati dan masyarakat. 

Sementara itu, Pembimbing riset, Khaerul Umam, menekankan kepada siswa-siswa yang tergabung dalam tim riset agar tidak gampang puas dengan prestasi yang sudah diraih. 

“Yang terpenting bukan hasil, tetapi proses dalam pelaksanaan riset sebagai bekal dalam berinovasi, berliterasi, kaya akan ide dan gagasan, serta bermanfaat baik bagi masyarakat maupun lingkungan,” terang Khaerul.

Salah satu yang tergabung dalam tim, Lu’lu’ menjelaskan, proses pembuatan komposit ini menggunakan material berupa serat ampas tebu yang berfungsi sebagai filler dan Polyvinyl Acetate (PVAc) matriks. 

Sampel dibuat dengan ketebalan yang berbeda namun memiliki perbandingan antara matriks dan filler yang tetap. Setelah pembuatan komposit selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian yang dilakukan di Laboratorium IPA MTsN 1 Pati.

“Selain dapat mengurangi kebutuhan manusia terhadap bahan kayu dan dapat mengurangi illegal logging yang berpotensi menyebabkan bencana alam, papan komposit ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bunyi dan mengurangi kebisingan,” beber Lu’lu’. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.