Munas LDII, Jokowi Singgung Pentingnya Toleransi Beragama

by -15 views

Jamaninfo, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal pentingnya toleransi dalam menghormati dan menghargai perbedaan beragama di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat membuka musyawarah nasional (munas) ke-XI Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

“Sikap toleran adalah sebuah keharusan. Saling menghargai segala perbedaan termasuk perbedaan keyakinan, saling menghormati dan belajar dari orang lain sehingga tercapai kesamaan sikap yang saling menghormati dalam perbedaan,” kata Jokowi.

Sementara sikap tertutup dan eksklusif, lanjut Jokowi, tidak sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika dan akan memicu meningkatnya intoleransi.

“Praktik keagamaan yang eksklusif dan tertutup harus kita hindari karena akan memicu penolakan-penolakan dan pertentangan,” tegasnya.

Oleh karena itulah, Jokowi mengajak LDII untuk tidak menjauh dari kelompok-kelompok Islam lainnya. Ia meminta LDII selalu terbuka dengan perbedaan pandangan Islam yang dianut oleh kelompok lain.

“Jangan ada sedikit pun pandangan untuk menjauh dari kelompok-kelompok Islam yang lainnya. Kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ajaran yang ramah, pantang toleransi, serta menjauhi sikap yang tertutup, sikap yang eksklusif, dan pemerintah tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap-sikap tidak toleran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi pun meminta jajaran dan pimpinan LDII untuk menyuarakan dan meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial beragama dan terbuka terhadap perbedaan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong moderasi beragama.

“Sikap yang tidak toleran apalagi yang disertai kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari bumi pertiwi Indonesia. Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan tidak boleh ada,” kata Jokowi.

Pada kesempatan itu pula, Presiden Jokowi menegaskan pemerintah akan menindak tegas segala bentuk intoleransi yang dilakukan oleh siapapun, etrmasuk organisasi keagamaan. Menurut Jokowi, ketegasan itu harus dilakukan lantaran jika dibiarkan maka hal tersebut dapat merusak persatuan dan keutuhan bangsa.

“Beberapa kali sudah disampaikan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang merusak sendi-sendi kebangsaan kita. Oleh karena itu kita harus meningkatkan moderasi yang mendukung persatuan dan kesatuan,” tegas Jokowi.

Kepala Negara pun mengingatkan kepada kelompok masyarakat dan organisasi berbasis keagamaan untuk tidak pernah berprinsip di luar kebhinekaan. Khususnya LDII, Jokowi berpesan agar bisa turut seragam menjaga kesejukan bersama dengan organasasi Islam lainnya.

“Jangan ada sedikit pun pandangan untuk menjauh dari kelompok-kelompok Islam yang lainnya, kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, yang ramah, mengedepankan toleransi serta menjauhi sikap yang tertutup, ekslusif,” tandasnya. (Editor: MDS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…