Nadiem: Penguatan Program D4 Menjawab Kebutuhan DUDI

by -23 views

Jamaninfo, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terus memperkuat program pendidikan sarjana terapan (D4) sehingga lulusannya tidak hanya terampil di bidang yang dipelajari, tetapi memiliki kemampuan untuk menjadi creator, innovator, manager, bahkan pemimpin yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Setelah mendapatkan pengetahuan dan keahlian technical di jenjang pendidikan D3, pendidikan sarjana terapan atau D4 sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan melatih peserta didik, mengembangkan karakter adaptif, kreatif, dan cerdas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Minggu (28/02/2021).

Nadiem pun mengajak pihak DUDI, untuk bekerjasama dalam pengelolaan pendidikan di jenjang sarjana terapan tersebut. Karena menurutnya, kolaborasi antara DUDI dengan program sarjana terapan guna menjawab kebutuhan industri saat ini.

“Kami ajak pihak dunia industry dan dunia usaha untuk menjalin kerja sama dengan tenaga pendidik di perguruan tinggi vokasi untuk membenahi kurikulum, metode belajar mengajar serta strateri riset,” ujar Nadiem.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan lulusan program D4 memiliki keahlian lebih dibandingkan dengan lulusan program pendidikan D3. Hal itu, menurut Wikan, lantaran lulusan program D4 te;ah mengikuti pembelajaran berbasis proyek bersama dengan industry magang selama satu tahun.

Oleh karena itu, berbekal kompetensi yang terdiri dari 60% praktek dan 40% teori, Wikan berharap lulusan sarjana terapan mampu menjawab kebutuhan-kebutuhan akan industri saat ini.

Selain dari program sarjana terapan, Wikan juga menerangkan program SMK-D2 Fast Track. Program ini merupakan pernikahan antara SMK dengan Politeknik/Kampus Vokasi yang nantinya diberikan Dual System.

“Jadi nantinya SMK ditambahi 3 semester magang, sistemnya nanti Dual System yaitu adalah mereka dapat kuliah sambil magang, sistem ini juga digunakan oleh Negara Jerman,” kata Wikan.

Ia kembali menekankan agar konsep link and match dapat semaksimal mungkin diterapkan pada jenjang sarjana terapan dan SMK-D2 fast track.

“Intinya link and match tidak hanya sekedar MoU saja, banyak yang akan dilakukan seperti kurikulum bersama, sertifikasi, pengajarnya pun dari industri, dan magang juga menjadi hal yang penting,” ujar Wikan.

Bagi siswa yang ingin melanjutkan jenjang kuliah, Wikan Sakarinto berpesan untuk tetap mengambil jurusan sesuai dengan passion yang dimiliki. Ia mengimbau agar orang tua harus mengerti dengan passion dan cita-cita sang anak. Perkembangan industri yang sangat pesat saat ini, membuat beberapa profesi pekerjaan mulai menghilang.

“Hal ini menjadikan kita harus mengikuti perkembangan zaman dan memperhatikan profesi yang bermuculan saat ini,” tandas Wikan.

Sumber Berita Selengkapnya…