OTT Bupati Penajam Paser Utara, Ini Yang Diamankan

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim satgas KPK di Jakarta dan Kalimantan Timur pada Rabu, 12 Januari 2022.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 11 orang, termasuk Abdul Gafur, sekaligus menyita uang tunai senilai Rp1 miliar, buku tabungan berisi uang sebanyak Rp447 juta, dan sejumlah barang belanjaan.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan, OTT bermula dari informasi masyarakat terkait penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara pada Rabu, 12 Januari 2022.

“Diduga telah ada kesepakatan sebelumnya dan diberikan oleh para rekanan yang mengerjakan proyek serta perizinan usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Atas informasi tersebut, tim satgas KPK kemudian bergerak ke sejumlah lokasi di Jakarta dan Kalimantan Timur untuk menindaklanjut informasi tersebut.

Sebelumnya pada Selasa, 11 Januari 2022, belokasi di bertempat di salah satu cafe di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan di daerah sekitar Pelabuhan Semayang, Balikpapan, diduga atas perintah Abdul Gafur melalui NP sebagai salah satu orang kepercayaannya, melakukan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa kontraktor melalui MI selaku Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara; Jusman selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara; dan staf di Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara.

Adapun uang dalam bentuk tunai yang terkumpul sejumlah sekitarRp950 juta. Setelah uang terkumpul, NP kemudian melaporkan kepada Abdul Gafur bahwa uang siap untuk diserahkan kepadanya.

“AGM (Abdul Gafur) lalu memerintahkan NP agar uang dengan jumlah Rp950 juta dibawa ke Jakarta,” tutur Alex.

Setibanya di Jakarta, NP dijemput RK, selaku orang kepercayaan Abdul Gafur, dan mendatangi kediaman Abdul Gafur di wilayah Jakarta Barat untuk menyerahkan uang tersebut.

Tidak lama kemudian, Abdul Gafur mengajak NP dan Nur Afifah Balqis selaku Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan untuk bersama-sama mengikuti agenda di Jakarta.

Setelahnya, mereka bersama-sama pergi ke salah satu mal di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa uang sejumlah Rp950 juta tersebut.

“Atas perintah AGM (Abdul Gafur), NAB (Nur Afifah) kemudian menambahkan uang sejumlah Rp50 juta dari uang ada yang ada direkening bank miliknya,” jelas Alex.

Sehingga secara total uang yang terkumpul sejumlah Rp1 miliar dan dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkan Nur Afifah.

Tim satgas KPK kemudian menangkap ketiganya dan beberapa pihak lain bersama uang tunai sejumlah Rp1 miliar tersebut.

Bersamaan dengan itu, Tim KPK juga turut mengamankan beberapa pihak di Jakarta, yaitu Mulyadi, WL selaku istri Mulyadi, dan Achmad Zuhdi alias Yudi selaku pihak swasta.

Sedangkan Tim KPK yang berada di wilayah Kalimantan Timur mengamankan SP dan AD selaku orang kepercayaan Abdul Gafur; JM selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara; serta Edi Hasmoro selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Selain itu ditemukan pula uang yang tersimpan dalam rekening bank milik NAB (Nur Afifah) sejumlah Rp447 juta yang diduga milik tersangka AGM (Abdul Gafur) yang diterima dari para rekanan.

Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan.

Sebagai tindak lanjut OTT tersebut, KPK menetapkan Abdul Gafur sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait terkait pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tahun 2021-2022.

Selain Abdul, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka penerima suap dalam perkara yang sama. Mereka masing-masing Mulyadi selaku Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara; Edi Hasmoro selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kemudian Jusman selaku Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara; dan Nur Afifah Balqis selaku Bendara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan sebagai penerima suap. Sementara tersangka penyuap yakni Achmad Zuhdi alias Yudi.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.