Pandemi, Suplai Tidak Bisa Imbangi Permintaan

by -11 views

Jamaninfo, Jakarta: Pandemi mengacaukan rantai pasok global dewasa ini. Saat kegiatan ekonomi terbuka kembali usai pandemi terkendali permintaan langsung naik pesat karena masyarakat mulai berani untuk belanja. 

Namun, para produsen tidak bisa merespon dengan cepat untuk memberikan suplai. Sehingga produksi barang-barang yang ada terkesan tidak luwes

“Sisi produksi yang tadi tenaga kerja nggak ada, adanya lockdown bahan baku tidak terkirim dan lain-lain untuk produksi dan kirimkan produknya lagi tidak secepat demand-nya,” ungkap Ekonom Senior, Bayu Krisnamurthi dalam diskusi via Twitter Space dengan ekonom Didik Rachbini, Rabu (24/11/2021).

Seperti bidang tekstil, dengan fesyen kembali merebak, besar sekali kemungkinan permintaan pakaian sedang mengalami kenaikan. Bisa jadi juga peritel besar sedang kewalahan memenuhinya.

“Dari pakaian saja, permintaan pakaian naik dua kali lipat,” tutur Mantan Wakil Menteri Perdagangan itu.

Pemerintah juga dianggap lamban dalam merespon pandemi. Bahkan suasana diskursus publik kacau dan tidak menemukan ke mana arah penanggulangan pandemi oleh pemerintah.

“Survei Djayadi Hanan di Paramadina, menemukan ada 10% dari total penduduk (20-25 juta penduduk) yang terkena dampak pandemi. Itu angka real tetapi yang tercatat tidak sebanyak itu yakni hanya 4 juta jiwa,” ucap Tuan Rumah Diskusi Forum Ekonom, Prof. Didik J. Rachbini dalam kesempatan serupa.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah pergantian menteri saat ini pandemi menjadi terkendali. 

“Tentu kita harus beri apresiasi kepada pejabat dan kebijakan yang sukses,” jelasnya.

Terjadi proses pengambilan keputusan yang tidak menentu. Ada semacam “Politik Perbanditan” karena semula pada 2020 direncanakan obligasi sejumlah Rp650 triliun untuk membayar pokok dan bunga utang serta operasi pembangunan. 

“Lalu ketika terjadi pandemi tiba-tiba anggaran diubah menjadi Rp1220 triliun. Namun realisasinya sekarang menjadi Rp1500 triliun. Kiranya hal itu menjadi cukup berat bagi presiden mendatang,” tandasnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.