Patimban Car Terminal Beroperasi Desember 2020

by -47 views
Berita Terkini

JMOL. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Car Terminal di Pelabuhan Patimban beroperasi pada Desember 2020.

“Tahap 1 (fase 1) bisa diselesaikan pada akhir November 2020 dan pada Desember 2020 sudah bisa dioperasikan sebagai car terminal,” kata Menhub saat meninjau kemajuan proyek Pelabuhan Patimban, Sabtu (31/10).

Car Terminal Patimban berkapasitas 218.000 CBU per tahun. Terdiri dari dermaga berukuran 350 meter x 33 meter dan lapangan penumpukan seluas 8 Ha. Progres pembangunan sudah mencapai 92%.

Sementara, Terminal Kontainer, yang juga termasuk tahap 1 fase 1, memiliki kapasitas 250.000 TEUs pertahun. Terdiri dari dermaga berukuran 420 meter x 34 meter dan container yard seluas 1 hektar.

Jalan akses pelabuhan dari jalan akses yang dibangun oleh Kementerian PUPR dan Ramp on/off jalan akses, sudah mencapai 99 persen.

Untuk operator, Konsorsium Patimban yang terdiri dari PT CTCorp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Services, PT U Connectivity Services, dan PT Terminal Petikemas Surabaya, menjadi satu-satunya calon yang lolos tahap pra kualifikasi pada 20 Oktober lalu.

Selain sarana fisik, Kemenhub juga menyiapkan sejumlah hal diantaranya: SOP pemanduan dan penundaan kapal, SOP penetapan alur pelayanan, uji coba sandar kapal, penyiapan sarana bantu navigasi kapal, pengkajian dan pengesahan ISPS (International Ship and Port Facility Security), penyediaan CIQP (Customs Immigration Quarantine Procedure), izin pengoperasian pelabuhan, penyiapan peta laut, pengerukan alur pelayaran, penentuan tarif, penyediaan listrik oleh PLN, penyediaan air bersih oleh PDAM, serta peningkatan kapasitas SDM Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Patimban melalui pendidikan dan pelatihan (diklat).

Pelabuhan Patimban menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) berada di area seluas 369 Ha dan backup area mencapai 356 Ha, dengan biaya investasi total hingga mencapai Rp 43,2 triliun.

Biaya pembangunan Patimban tahap 1 fase 1 sebesar Rp 14 triliun, berasal dari APBN dan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Tahap lanjutan, tahap 1 fase 2, direncanakan mulai tahun 2023 dengan nilai investasi Rp9,5 triliun. [AF]

Baca Selengkapnya..