Pemkab Sanggau Tetapkan Status Siaga Karhutla

by -26 views

Jamaninfo, Sanggau: Pemerintah Kabupaten Sanggau menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk mengantisipasi kabut asap pada musim kemarau yang diprediksi berlangsung mulai April hingga September 2021.

“Kita sudah ingatkan sejak Januari kemarin, karena semakin awal kita mengingatkan semakin bagus, ketimbang sudah kejadian baru kita ingatkan. Karena kabut asap dari karhutla adalah bencana yang tidak bisa kita prediksi tapi rutin terjadi,” ujar Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla di Lapangan PT Multi Prima Entakai, Sanggau, Kamis (8/4/2021).

Wabup mengatakan, kesiapsiagaan bencana kabut asap dari karhutla harus sejak dini diingatkan kepada seluruh stakeholder termasuk masyarakat. Pasalnya, bila tidak hati-hati pada musim kemarau nanti, karhutla dapat terjadi.

“Nah, memang stressing┬ákita pada korporasi atau perusahaan perkebunan karena mereka punya lahan yang cukup luas. Bapak Presiden sudah menegaskan karhutla ini adalah tanggung jawab kita bersama, bukan pada sisi pemerintah saja,” kata Wabup.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Siron menyebutkan sejak Januari hingga awal April 2021 ditemukan 24 titik panas. Anehnya, 24 titik panas itu terjadi pada musim penghujan.

“Ini lah yang kita antisipasi hingga menyelenggarakan apel kesiap-siagaan pada hari ini. Apalagi, catatan kami jumlah temuan titik panas sejak tahun 2018 hingga 2021 meningkat,” ucap Siron.

Ia mengungkapkan, tahun ini kesiap-siagaan lintas stakeholder dan antisipasi karhutla dimulai lebih awal untuk meminimalisir dampak bencana yang ditimbulkan.

“Mudah-mudahan dengan kesiap-siagaan dini dari kita semua, kita bisa mengurangi titik panas di Kabupaten Sanggau,” tutur dia.

Di tempat yang sama, General Manager PT Multi Prima Entakai, Yosafat menyampaikan sudah menyiapkan tim pemadam api untuk penanganan kebakaran.

“Kami siapkan dua tim, satu tim jumlahnya 12 orang. Ini yang kita latih. Tapi jika terjadi kebakaran lahan, semua pekerja kita libatkan untuk memadamkan api jangan sampai meluas,” jelas Yosafat.

Dikatakan, tim pemadam api tersebut bukan hanya untuk memadamkan kebakaran di dalam areal perkebunan perusahaan namun juga lahan masyarakat disekitar PT Multi Prima Entakai.

“Karena itu, sangat kami harapkan koordinasinya supaya bila terjadi kebakaran kami bisa membantu memadamkan. Kami juga berharap, masyarakat disekitar perusahaan juga bisa berkoordinasi dengan kami dulu bila ingin membakar lahannya, kami bantu mengantisipasi agar tidak merembet kemana-mana,” pungkas Yosafat.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…