Pemuda Penganiaya Wanita Sempat Mengaku Timses Gibran

by -10 views
Berita Terkini

, Surabaya: Seorang pria berinisial RZ (33) pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial AC ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dalam keterangannya kepada polisi dan meyakinkan korbannya saat membina hubungan, RZ mengaku sebagai tim sukses (timses) pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dengan Teguh Prakoso.

Menurut Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, membenarkan, bahwa pengakuan itu didapat dari hasil penyidikan yang dilakukan.

Guna membangun hubungan, pelaku mengaku bahwa dirinya adalah tim sukses dari pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso. 

“Pelaku ini mengklaim sebagai salah satu tim sukses paslon yang di Solo, ini kita luruskan, pelaku tidak ada sangkut pautnya dengan timses paslon di Solo. Dari hasil pemeriksaan, memang betul yang bersangkutan tidak pernah masuk ke dalam jajaran timses hanya mengaku-ngaku saja, ada maksud tertentu di balik itu,” ungkap AKBP Hartoyo di Surabaya, Sabtu (24/10/2020).

Ia menambahkan, kasus ini bermula pada tanggal 15 Oktober, saat RZ datang ke apartemen AC. Saat itu terjadi perselisihan, hingga RZ nekat menganiaya pacarnya. 

“Kita amankan pelaku, berawal dari kejadian tanggal 15 Oktober pukul 05.00 WIB. Kemudian kita amankan pelaku tanggal 22 Oktober, bahwa pelaku dan korban mempunyai hubungan teman dekat bisa dikatakan pacar,” urainya.

Kronologi Penganiayaan

Sementara itu, korban AC mengaku penganiayaan yang dilakukan RZ terjadi karena merasa emosi atas cara yang diluapkan ketika membahas perempuan lain.

Kemudian, karena emosi, korban langsung membanting handphone milik pelaku sampai hancur. 

“Pelaku kurang menghargai saya membahas perempuan-perempuan di depan saya, saya emosi dan secara spontan membanting HP-nya,” ungkap AC. 

Akibat kejadian itu, terjadi adu mulut antar keduanya yang menyebabkan terjadinya penganiayaan yang dilakukan RZ.

Pukulan bertubi-tubi dilayangkan oleh pelaku ke wajah korban sampai mengeluarkan darah dari mata bagian kanan, bahkan sampai terjatuh ke lantai.

Tak cukup begitu saja, pelaku kemudian memegang tangan korban dan menyeretnya karena berniat melarikan diri. 

“Korban langsung memecah kaca jendela dari dalam apartemen dengan menggunakan kursi makan, serta beteriak meminta tolong kepada sekuriti, kira-kira 10 menit kemudian datang tiga orang sekuriti membukakan pintu unit apartemen, dan selanjutnya korban ke Kantor Polsek Lakarsantri Surabaya untuk melapor,”  papar Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo.

Atas tindakannya, pelaku dijerat Pasal 333 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 351 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.

Adapun barang bukti yang diamankan dan digunakan sebagai pendalaman adalah hasil visum et repertum dari tim dokter dan rekaman CCTV dari pihak apartemen.

Selengkapnya…