Pemuda Penyekap dan Penganiaya Wanita Akhirnya Ditangkap

by -11 views
Berita Terkini

, Surabaya: Seorang pria berinsial RZ (33) diamankan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pemuda yang mengaku bekerja di BUMD ini diduga melakukan penyekapan serta penganiayaan terhadap seorang perempuan.

AKBP Hartoyo, Wakapolrestabes Surabaya, mengatakan, pelaku dan korban memiliki hubungan teman dekat (Pacar).

Kasus ini bermula pada tanggal 15 Oktober, saat RZ datang ke apartemen AC, keduanya berselisih paham hingga berujung RZ nekat menganiaya pacarnya (AC). 

“Kita amankan pelaku, berawal dari kejadian tanggal 15 Oktober pukul 05.00 WIB. Kemudian kita amankan pelaku tanggal 22 Oktober, bahwa para pelaku dan korban mempunyai hubungan teman dekat bisa dikatakan pacar. Pelaku ini mengklaim sebagai salah satu timses paslon yang ada di Solo,” kata Hartoyo saat rilis di Mapolrestabes Surabaya Jalan Sikatan Surabaya, Sabtu (24/10/2020).

Ia menambahkan, pelaku RZ menyeret tangan korban dan memasukkan ke dalam sebuah kamar sambil mengunci pintu unit apartement dari luar.

Korban mengalami sejumlah luka hingga traumatis.

Hartoyo menyebut korban juga disekap dengan dikunci di dalam kamar apartemen.

“Korban mengalami luka-luka di bagian pipi, siku dan dilakukan penyekapan atau dikunci dari luar dan ditinggal pelaku,” imbuhnya.

Korban, kata Hartoyo, juga sempat berteriak dan meminta tolong kepada security.

Saat disinggung terkait apa yang membuat RZ nekat melakukan penganiayaan, Hartoyo menyebut hal ini diawali karena perselisihan dalam hubungan kekasih.

“Motifnya sebetulnya ini terjadi pertengkaran, cekcok, saya sampaikan tadi korban dan pelaku ada hubungan spesial sehingga dalam hubungan sehari hari ada permasalahan. Untuk permasalahannya apa bisa ditanyakan sendiri pada yang bersangkutan,” tambah Hartoyo.

Dalam kasus ini kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Mulai dari rekaman CCTV hingga hasil visum pada korban.

“Barang bukti yang kita amankan rekaman CCTV, visum rapertum dari korban, ini perkara tetap berlanjut kita kenakan Pasal 333 ayat 1 KUHP dan 351 ayat 1 KUHP maksimal pidana 8 tahun penjara,” pungkasnya.

Selengkapnya…