Penjelasan Menag Soal Doa Semua Agama

by -12 views

Jamaninfo, Jakarta: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, bahwa usulnya soal doa semua agama hanya berlaku untuk forum di internal Kementerian Agama. Tidak untuk acara lain di luar Kemenag.

“Itu kan bersifat internal, di lingkungan Kemenag. Itu pun hanya untuk kegiatan berskala besar seperti dapat besar seperti Munas (musyawarah nasional),” kata Yaqut dikutip Antara, Rabu (7/3/2021).

Gus Yaqut menerangkan, pembacaan doa lintas agama didasari karena Kementerian Agama tidak hanya menaungi satu agama saja. Tetapi semua agama yang ada dan diakui di Indonesia.

“Ingat, ini Kementerian Agama. Menaungi semua agama yang diakui di negara ini. Bukan Kementerian Islam yang hanya menaungi satu agama Islam saja,” jelas dia.

Oleh sebab itu Gus Yaqut mengatakan, doa lintas keyakinan perlu dilakukan agar menjadi representasi keterwakilan masing-masing pemeluk agama di lingkup organisasi kepegawaian Kemenag.

“(Bukankah) negara ini didirikan oleh banyak agama. Bukan Islam saja,” ucap Gus Yaqut.

Sebelumnya, usul Yaqut itu mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengkritik keras ide Yaqut itu. Anwar Abbas menyebut, apa yang diusulkan Yaqut tak sesuai dengan kaidah-kaidah toleransi di Indonesia.

Abbas mengatakan, Yaqut semestinya melihat pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kemenag. Jika pembicara atau peserta yang hadir lebih banyak ke satu agama tertentu, lanjut Abbas, doanya bisa disesuaikan.

“Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya, ucapkanlah salam secara orang Islam,” ujar Anwar.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…