Perajin Batik Didorong Gunakan Malam Minyak Sawit

by -10 views

Jamaninfo, Surakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengenalkan hasil riset kepada para pelaku Usaha Kecil Menegah UKM Batik di Surakarta. Para perajin didorong menggunakan malam atau lilin berbahan minyak sawit, yang dinilai lebih ramah.

Salah satu upaya penggunaan malam berbahan minyak sawit melalui pelatihan bagi pengrajin batik di Gedung Sentra IKM di Semanggi Harmoni Solo, Selasa (6/4/2022).

Perekayasa BPPT Indra Budi Susetyo mengatakan, pelatihan ini sebagai upaya mendorong pemanfaatan hasil riset dalam  produk turunan minyak sawit sebagai bahan industri.

“Khususnya industri batik diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan impor,” kata Indra Budi.

Lanjut Indra, salah satu keunggulan produk ini tidak hanya menggantikan parafin basis minyak bumi. Namun juga bisa mengurangi beberapa komponen dalam pembuatan lilin bisa mengurangi harga lilin atau malam batik.

“Kegiatan ini hasil kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa  Sawit BPDPKS Kementerian Keuangan dan didukung Industri batik seperti balai besar kerajinan dan batik BBKB Yogyakarta melibatkan 40 Pengrajin se Solo Raya,” jelasnya.

Sementara salah satu perajin batik dari Kabupaten Sragen, Sarmini mengatakan, dirinya sebagai pengusaha batik sejak 30 tahun silam menggunakan malam atau lilin. Saat mencoba menghubungkan lilin minyak sawit, menurutnya lumayan bagus hasilnya.

“Namun agak lengket, belum tahu hasilnya pecah atau tidak,” ungkapnya.

Dikatakannya, jika harga bahan baku minyak sawit sesuai dengan ongkos produksi, maka pihaknya akan beralih memanfaatkan malam dari minyak sawit. Biasanya memakai malam harga per kilogram Rp40.000 kualitas bagus.

“Biasanya satu lembar kain rata rta ¼ kilogram,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan selain di kota Solo juga di beberapa daerah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Cirebon. Diharapkan perajin bisa menggunakan sumber daya lokal yang melimpah dana ke depan mereka semua beralih ke sawit dan bisa diterima pasar.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…