Pertumbuhan Ekonomi Harus Bisa Kurangi Kemiskinan & Pengangguran

by -9 views

Jamaninfo, Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2021 di kisaran 5 persen, dan pertumbuhan secara keseluruhan tahun 2021 sebesar 3,7 persen.

“Nah, itu prestasi kita semua. Tapi apakah kita sudah melewati tantangannya? Belum,” kata Febrio dalam media briefing ‘Dinamika Perekonomian dan Kebijakan Fiskal 2022’, Rabu (12/1/2022).

Saat ini, lanjut Febrio, dunia termasuk Indonesia, masih menghadapi varion Omicron Covid-19 yang masih menimbulkan ketidakpastian. Pemerintah Indonesia berupaya menahan kasus Omicron dibawah 1.000 kasus, dan mencegah agar tidak terjadi eskalasi seperti pada saat varian Delta terjadi.

“Kita terus memantau Omicron, dan mempercepat vaksinasi. Saat ini kecepatan vaksinasi kita sudah berada di peringkat kelima dari seluruh negara di dunia. Kita berharap di awal-awal tahun ini dosis kedua vaksin sudah mencapai 70 persen,” tukas Febrio.

Dengan pengendalian pandemi dan percepatan vaksinasi, Indonesia diharapkan dapat melanjutkan momentum pemulihan ekonominya. Meskipun masih ada sejumlah tantangan di luar ancaman kesehatan, seperti laju inflasi yang tinggi di negara-negara maju akibat harga komoditas yang mengalami kenaikan di pasar global. Di sisi lain, Indonesia sedang menikmati kenaikan harga komoditas yang menjadi produk ekspor Indonesia, seperti minyak sawit, batu bara, karet, dan nikel.

“Saat ini, laju inflasi Indonesia masih cukup rendah 1,9 persen. Based line kita tahun 2022, meskipun harga komoditas masih tinggi, inflasi akan tetap terkendali di 2-4 persen, titik tengahnya 3 persen,” jelas Febrio.

Percepatan pemulihan ekonomi  tetap menjadi fokus pemerintah di tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi sebesar 3,7 di tahun 2021 diharapkan akan terus meningkat dan mengarah ke 5,2 persen di tahun 2022.

“Kita akan manfaatkan moment ini untuk pemulihan ekonomi itu sendiri, dan memastikan masyarakat tetap terlindungi khususnya yang miskin dan rentan,” tukas Febrio.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi  juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran, yang saat ini masih berada di level 6 persen. “Pengangguran ini masih harus kita perhatikan. Bukan hanya angka penganggurannya, tapi juga bagaimana mengupayakan agar orang yang bekerja di sektor informal bisa lebih banyak lagi beralih ke sektor formal, seperti ke industri manufaktur, jasa, dan sebagainya,” papar Febrio 

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu dilakukan dengan tetap mempertahankan Program Kartu Prakerja di tahun 2022 ini. “Karena kita melihat, program ini bukan hanya membantu mereka yang kehilangan  pekerjaannya, tapi mereka juga punya waktu dalam beberapa bulan untuk meningkatkan skill-nya. Ketika mereka mendapatkan kerja kembali nantinya, sudah dengan skill yang lebih baik,” pungkas Febrio.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.