Pro Kontra Masyarakat Soal Larangan Mudik 2021

by -14 views

Jamaninfo, Jakarta: Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran pada tahun ini, larangan mudik bakal berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021. 

“Pemerintah melalui PMK menyampaikan larangan mudik dan sudah disiapkan surat edaran Menteri Agama yang mengatur berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan,” kata Airlangga dalam paparan media yang disiarkan melalui channel YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu (7/4/2021).

Pro kontra masyarakat 

Baca juga: Mudik Lebaran 2021, Menhub Melakukan Pembatasan Transportasi

Rina (35) mengaku dirinya belum pernah merasakan mudik. Namun ia menilai, aturan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah dirasa kurang tepat.

“Saya sebagai salah satu masyarakat kota yang belum pernah mudik lebaran merasa ini adalah keputusan yang kurang tepat. Meskipun pandemic belum berakhir dan kekhawatiran menjangkiti keluarga di kampung halaman masih menjadi salah satu concern sebagian masyarakat,” katanya kepada RRI.co.id pada Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, larangan tersebut menjadi tidak imbang mengingat pariwisata saat ini sudah mulai dibuka dimana-mana.

“Kenapa kalau wisata boleh, tapi pulang kampung tidak boleh? Takut menularkan keluarga di kampung tapi tidak takut tertular saat wisata?” tanyanya.

Sementara, Tata (28) mengaku jika aturan yang ditetapkan oleh pemerintah sangat bagus.

“Aku setuju, aturannya sangat bagus,” imbuhnya.

Menurutnya, aturan larangan mudik menjadi program untuk menekan penyebaran covid-19 di wilayah daerah terpencil.

“Demi mengurangi covid-19 di wilayah daerah terpencil, kan soalnya masih banyak yang abai,” tegasnya.

Baca juga: DKI Belum Akan Terapkan SIKM Saat Musim Mudik

Keeduanya berharap, agar peraturan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah tetap konsisten. Utamanya, dalam memperbanyak test hingga tracing contact.

“Seharusnya tetap konsisten mewajibkan adanya test dan protokes yang jauh lebih ketat. Misalnya test yang hanya berlaku 1×24 jam, mobil pribadi juga tetap menunjukan test di setiap tol antar kota dan sebagainya,” pungkas Rina.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…