Promosi Keragaman Indonesia Raih The Best International

by -20 views

Jamaninfo, London: Keberagaman seni dan budaya Indonesia yang tidak diragukan oleh dunia internasional, kini juga mendapatkan pengakuan dalam festival tahunan ke-9 ‘Red Sky at Night’ yang digelar oleh Cayman National Cultural Foundation bertempat di Grand Cayman, Cayman Islands, Britania Raya.

Pada even yang berlangsung pada Jumat (27/2/2021) itu, Indonesia meraih juara ketiga sebagai “the Best International Showcase”.

Keanekaragaman seni dan budaya nusantara membuat partsipasi Indonesia yang digawangi oleh para diaspora yang tinggal di Cayman Islands, memperoleh predikat juara.

Festival kali ini berlangsung selama 9 jam dari pukul 14.00-23.00 waktu setempat dan dihadiri setidaknya 2000 pengunjung dan berlangsung dengan sukses. Festival diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan, baik penyelenggara maupun pengunjung sangat memperhatikan protokol ini.

“Partisipasi Indonesia dalam festival ‘Red Sky at Night’ ini adalah untuk pertama kalinya. Namun kerja keras dan kreatifitas warga Indonesia di Cayman Island dalam turut mempromosikan Indonesia membuah prestasi,” ungkap Ivan Tedjanegara, salah satu WNI koordinator anjungan Indonesia yang tinggal di Cayman Island sejak 2013, dalam keterangan resmi kepada RRI.Co.Id, Rabu (3/3/2021).

Dalam sebuah segmen berjudul ‘The International Square’, kata Ivan, beberapa negara saling unjuk gigi untuk memamerkan kebudayaan masing-masing.

“Diantaranya Cayman Islands, Jamaika, Filipina, Guyana, dan Indonesia. Selain memamerkan keragaman budaya, setiap negara juga diberi kesempatan untuk melakukan pertunjukkan, seperti tari-tarian, lagu daerah, dan pameran busana daerah,” paparnya.

Duta Besar RI London, Desra Percaya mengatakan prestasi ini menunjukkan kegigihan para WNI, yang terus mencintai dan mempromosikan Indonesia, meski tinggal jauh dari tanah air selama belasan bahkan puluhan tahun. “Promosi mengenai Indonesia merupakan salah satu prioritas diplomasi dan peran diaspora sangat penting. Apa yang dilakukan oleh warga kita di Cayman Islands ini adalah contoh yang baik bentuk kontribusi para diaspora,” ucap Desra Percaya.

Retno Ayu Purbasanti yang bekerja sebagai manajer di Westin Hotel Grand Cayman ungkap kebanggaannya, “Bila dibandingkan dengan negara peserta lainnya, yang sudah cukup berpengalaman, kontingen Indonesia adalah pemula.

“Namun konsep minimalis yang gambarkan keragaman Indonesia berhasil menggaet piala juara ke-3 sebagai ‘the best international showcase’. Prestasi yang sangat membanggakan!,” ujar Retno.

Dalam festival ini, digelar pula ‘mini fashion show’ dengan mempertunjukkan busana daerah seperti baju pangsi Betawi, baju bodo Makassar, kebaya khas Jawa dan Bali. “Topeng leak khas Bali banyak menarik perhatian para pengunjung. Peragaan busana ditutup dengan lagu Tanah Airku yang dinyanyikan oleh kontingen Indonesia,” jelas Retno yang pernah meraih penghargaan top employee.

Pada Festival ‘Red Sky at Night’ tahun ini, tuan rumah Cayman Islands mendapatkan juara pertama dan Filipina juara kedua. Penilaian juara ditentukan oleh keindahan, keragamaman dan keunikan anjungan, penampilan seni, dan kemampuan menjelaskan ornamen atau pernak-pernik yang dipamerkan.

Cayman Islands merupakan Wilayah Seberang Laut Britania (British Overseas Territories) yang berada dalam yuridiksi Britania Raya. Cayman Islands terletak di barat Laut Karibia dan terdiri dari 3 pulau, yaitu Grand Cayman (ibukota George Town), Cayman Brac dan Little Cayman.

Terdapat sekitar 20 WNI yang tinggal di Cayman Islands dengan berbagai profesi diantaranya sebagai dokter terapi fisik, guru, akuntan, barista, koki, dan ada pula yang bekerja di sektor perhotelan. Ivan menggambarkan kehidupan di Cayman sangat nyaman dan sangat praktis. Dari London terdapat penerbangan langsung ke Cayman Islands dengan durasi sekitar 10 jam. (Foto :  KBRI London)

Sumber Berita Selengkapnya…