Provinsi Bengkulu Terima 18.640 Vial Sinovac Tahap 2

by -12 views
Berita Terkini

, Bengkulu: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu pada Selasa (26/1/2021) mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 ke-7 wilayah kabupaten dalam Provinsi Bengkulu.

Penyaluran vaksin itu setelah sebelumnya menerima pendistribusian tahap II dari PT Bio Farma sebanyak 11.600 vial vaksin Sinovac. Kemudian ditambah sisa dalam penyaluran tahap pertama yang telah dikirimkan ke 2 kabupaten dan 1 kota, sebanyak 7.040 vial vaksin.

“Dua kabupaten tepatnya, Kabupaten Rejang dan Mukomuko sudah mengambil vaksin hari ini. Sedangkan untuk lima wilayah kabupaten lainnya, yakni, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Bengkulu Utara, Kepahiang dan Kabupaten Lebong akan didistribusikan pada Rabu (27/1/2021) besok,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antonio, Selasa (26/1/2021).

Menurut Herwan, total alokasi vaksin sinovac yang didistribusikan ke 7 Kabupaten itu sebanyak 18.640 vial.

Adapun rinciannya, Bengkulu Selatan mendapatkan sebanyak 3.120 vial, Bengkulu Utara sebanyak 3.720 vial, Kaur sebanyak 1.680 vial, Kepahiang sebanyak 2.000 vial, Lebong sebanyak 1.560 vial, Mukomuko sebanyak 2.620 vial dan Rejang Lebong sebanyak 3.240 vial.

“Diharapkan lima kabupaten tersebut segera mengambil vaksin yang tersimpan di gudang farmasi,” kata Herwan.

Ia menjelaskan, alokasi vaksin untuk tujuh kabupaten tersebut merupakan tahap pertama yang diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes), mengingat jumlah nakes di 7 Kabupaten, yaitu, Bengkulu Selatan sebanyak 1.550 orang, Bengkulu Utara sebanyak 1.841 orang, Kaur sebanyak 828 orang, Kepahiang sebanyak 975 orang, Lebong sebanyak 763 orang, Mukomuko sebanyak 1.631 orang dan Rejang Lebong sebanyak 1.604 orang.

Kemudian juga vaksin itu diperuntukkan  bagi 10 orang pejabat publik di masing-masing wilayah kabupaten.

Lebih lanjut Herwan berharap dengan pendistribusian vaksin Sinovac ke seluruh kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu ini, untuk vaksinasi bisa di mulai meskipun sempat terkendala registrasi ulang sebagai penerima vaksin. Tetapi Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan alternatif baru bahwa registrasi bisa dilakukan secara manual, sehingga nakes bisa langsung ke fasilitas kesehatan dengan menunjukan NIK KTP, dan harus terdaftar di sistem informasi sumber daya manusia kesehatan.

“Ketika belum terdaftar nakes bisa didaftarkan secara manual by name siapa yang berhak mendapatkan vaksinasi. Apalagi vaksinasi kepada seluruh nakes dapat dituntaskan pada Maret mendatang. Sesuai target, lebih dari 80 persen dari jumlah total sasaran sebanyak 15 ribu nakes dapat menerima vaksinasi,” tutupnya.

Sumber Berita Selengkapnya…