PSC Tokya MOU Gelar Pertemuan Rutin, Bahas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran

by -46 views

JMOL. Indonesia melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kembali berpartisipasi dalam acara Technical Working Group (TWG 14) dan Port State Control Committee (PSCC 31) yang digelar secara daring dari Holiday Inn Hotel, Jakarta (18/1). Acara rutin tahunan negara anggota Tokyo MoU ini menyoroti isu keselamatan dan keamanan pelayaran khususnya di wilayah Asia Pasifik.

Tokyo MoU adalah organisasi regional Port State Control (PSC) yang terdiri dari negara-negara anggota di Asia Pasifik. Saat ini ada 21 negara anggota. Organisasi ini bertujuan untuk menghadirkan rezim kontrol Negara pelabuhan (Port State Control) yang efektif di kawasan Asia-Pasifik melalui kerja sama dan harmonisasi kegiatan para anggotanya. Untuk menghapus praktek pelayaran di bawah standar, mempromosikan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut, untuk menciptakan kondisi kerja dan kehidupan yang layak di atas kapal.

Pertemuan TWG ke-14 kali ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan prosedur dan pedoman teknis PSC, Kampanye Inspeksi Terkonsentrasi, sistem dan pertukaran informasi, evaluasi pekerjaan kelompok teknis lintas sektor, dan kerjasama teknis. Adapun kinerja port state akan dilaporkan pada hari Kamis (21/1) saat pertemuan PSC Commiitee.

Mewakili Indonesia, Direktur KPLP Ahmad menyebutkan, meski di tengah pandemi Covid-19, acara tersebut diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi industri pelayaran khususnya pengiriman logistik melalui laut.

“Kami masih mengikuti prosedur inspeksi sesuai pedoman Tokyo MoU. Harapannya, Indonesia dapat berkontribusi menghadirkan pelayaran yang memenuhi standar kelaiklautan, keamanan dan perlindungan maritim” ujarnya.

Baca: PSC Asia Pasifik Fokus Periksa Sistem dan Prosedur Darurat Kapal

Setiap kapal yang bersandar di pelabuhan negara anggota Tokyo MoU harus menerapkan aturan standard International Maritime Organization (IMO) dan International Labour Organization (ILO), antara lain aturan keselamatan di laut, perlindungan lingkungan maritim, kondisi kerja, dan kehidupan awak kapal. Inspeksi oleh PSC bertujuan untuk mencegah beroperasi kapal sub-standar- yang tidak memenuhi standar keselamatan dan keamanan. [AF]

Baca Selengkapnya..