Rekomendasi KLHK Soal Banjir Kalsel

by -19 views
Berita Terkini

, Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan (KLHK) memberikan rekomendasi yang harus dilakukan untuk mengurangi banjir seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Karliansyah mengatakan rekomendasi tersebut seperti pembuatan bangunan konservasi tanah dan air, mempercepat dan memfokuskan kegiatan RHL di daerah sumber penyebab banjir, pembuatan bangunan-bangunan pengendali banjir.

“Hingga terobosan terkait konservasi tanah dan air, dan pengembangan sistem peringatan dini,” kata Karliansyah saat menggelar konferensi pers secara virtual, Selasa (19/01/2021).

Karliansyah juga mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat ada perbedaan yang sangat besar, antara tinggi bagian hulu dengan hilir sehingga pasokan air dari hulu dengan energi dan volume besar itu waktu konsentrasinya cepat jadilah genangan air yang mengakibatkan banjir.

Selain itu Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, lanjut Karliansyah, juga mencakup empat provinsi, yaitu Kalimantan Tengah yang paling besar 4,4 juta hektare. Sementara itu, Kalsel itu 1,8 juta hektare, Kaltim itu ada 8.000 hektare, dan Kalbar itu ada 590 hektare

Di Kalsel, proporsi luar areal yang berhutan itu hanya 18,2 persen. Dengan rincian 15 persen dan 3,2 persen lainnya merupakan hutan tanaman.

“Sisanya yang 81,8 persen itu didominasi pertanian lahan kering campur 21,4 persen, sawah 17 persen, dan perkebunan 13 persen,” kata Karliansyah. “Kalau kita perhatikan dari 2000–2019, maka penurunan luas hutan alam itu sebesar 62,8 persen,” lanjutnya.

Yang paling besar, kata Karliansyah, itu terjadi antara tahun 1990–2020 sebesar 55,5 persen.

“Jadi, 39,3 persen kawasan hutan dan sisanya adalah 60,7 persen adalah areal penggunaan lain. Yang masih bagus tinggi DAS-nya itu sebesar 34 persen, sisanya 65 persen lebih itu yang sudah tidak bagus lagi,” tandasnya.

Sumber Berita Selengkapnya…