Restorative Justice Mirip dengan Kearifan Lokal

by -45 views

Jamaninfo, Jakarta: Restorative justice atau keadilan restoratif menjadi topik dialog Jaksa Menyapa hari ini, Kamis (10/6/2021).

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum ) Kejaksaan Agung, Dr. Fadil Zumhana menyatakan hal ini ialah bagaimana memberikan keadilan kepada rakyat.

“Rakyat merindukan keadilan dari penegak hukum, ada beberapa kasus penegak hukum ini belum menunjukkan proses empati, belum merasakan apa yang dirasakan rakyat,” ujarnya.

Jaksa pun harus merasakan rasa keadilan. Sehingga untuk perkara yang ancamannya lima tahun ke bawah dan mengalami kerugian Rp2.5 juta ke bawah ada penyelesaian perkara di luar pengadilan.

“Landasan pun cukup kuat, ada dalam KUHAP pasal 39, jaksa yang menentukan perkara layak dilimpahkan ke pengadilan atau di luar,” tambahnya.

Jika memiliki kriteria tersebut, maka layak diberikan restorative justice. Dalam hukum adat pun dikenal perkara dapat diselesaikan di suatu balai pertemuan dan terjadi penyelesaian disitu.

“Restorative justice ini mirip dengan mencontoh kearifan lokal, memberikan harmoni di masyarakat,” tandasnya.

Restorative justice sendiri adalah sebuah pendekatan yang ingin mengurangi kejahatan dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa, dan kadang-kadang juga melibatkan para perwakilan masyarakat secara umum. 

Tujuannya adalah untuk saling bercerita mengenai apa yang telah terjadi, membahas siapa yang dirugikan oleh kejahatannya, dan bagaimana mereka bisa bermusyawarah mengenai hal yang harus dilakukan oleh pelaku untuk menebus kejahatannya. 

Hal yang bisa dilakukan meliputi pemberian ganti rugi kepada korban, permintaan maaf, atau tindakan-tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…