Revisi UU Otsus Butuh Waktu

by -14 views

Jamaninfo, Mimika: Wakil ketua Pansus RUU Otsus Papua DPR RI Yan Permenas Mandenas mengatakan revisi undang-undang Otsus Papua membutuhkan proses dan waktu yang panjang.

Proses tersebut harus dilakukan karena perlu dilakukan pendekatan bahkan negoisasi  pemerintah pusat dengan masyarakat Papua. Aspirasi rakyat dan pemerintah Papua yang beragam yang diperolah timnya sangat beragam namun tujuannya satu yaitu Otsus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dalam bingkai NKRI .

“Kerja kami membutuhkan waktu yang panjang. Semua aspirasi akan kami bawa untuk disampaikan ke Pemerintah pusat melalui Kementrian terkait sehingga aspirasi yang masyarakat bisa tersampaikan,” kata Permenas, Rabu (5/5/2021).

Dikatakannya revisi Undang-Undang No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dalam ragka mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Papua dalam rangka kesetaraan dan keseimbangan dengan kemajuan provinsi lain di Indonesia.

“Pemerintah pusat berkomitmen untuk membangun Papua dalam bingkai NKRI,” katanya.

Proses revisi yang tengah dilakukan tim Pansus Otsus Papua DPR RI diharapkanya mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah Papua.

“Kita butuh  masyarakat Papua ,para pemimpin di daerah untuk terlibat langsung bersama pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembanguan di Papua melalui Otsus,” tambahnya

Sementara itu Bupati Puncak Willem Wandik mendesak tim pansus  memfasilitasi pemimpin daerah serta masyarakat Papua untuk menggelar dialog bersama pemerintah Pusat.

“Menyelesaikan masalah di Papua perlu sekali dilakukan dialog antara pemerintah pusat atau Presiden dengan Kami. Saya berharap bisa difasilitasi oleh tim Pansus,” harapnya

Tim Panitia Khusus  Otonomi Khusus DPR RI,Selasa (4/5/2021)  juga melakukan rapat dengar pendapat bersama Bupati dan elemen masyarakat se-wilayah Meepago di Kabupaten Mimika Papua.

Saat pertemuan tersebut disampaikan sejumlah aspirasi seperti pentingnya menjaga keamanan wilayah Papua tengah yang kini bergejolak dengan aksi kelompok kriminal bersenjata, perbaikan alokasi dan regulasi anggaran yang bersumber dari dana Otsus, pemekaran wilayah Papua,hingga permintaan dialog dengan Presiden. 

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…