Rusuh Lagi, Sedikitnya 11 Tewas di Myanmar

by -17 views

Jamaninfo, Taze: Sedikitnya 11 orang tewas di sebuah kota barat laut di Myanmar, menurut laporan media lokal, ketika pasukan keamanan menindak pengunjuk rasa anti-kudeta yang melawan dengan senapan berburu dan bom api.

Situs berita Myanmar Now dan Irrawaddy mengatakan pada hari Kamis (8/4/2021) bahwa enam truk tentara dikerahkan untuk memadamkan protes besar di kota Taze pada hari Rabu. Ketika para pengunjuk rasa melawan dengan senjata, pisau dan bom api, lima truk tambahan pasukan dibawa masuk.

Pertempuran berlanjut hingga Kamis pagi dan setidaknya 11 pengunjuk rasa tewas dan sekitar 20 lainnya luka-luka, kata media, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/4/2021).

Tidak ada kabar tentang adanya korban di antara para prajurit.

Korban tersebut membuat jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pasukan keamanan menjadi lebih dari 600 sejak militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

Taze berada di dekat kota Kale, di mana sedikitnya 11 orang tewas dalam bentrokan serupa pada Rabu, menurut media berita dan saksi mata. Pasukan keamanan menembakkan peluru tajam, granat, dan senapan mesin ke pengunjuk rasa yang menuntut pemulihan pemerintahan Aung San Suu Kyi, kata AAPP.

Di Yangon, kota terbesar di negara itu, para aktivis memasang sepatu berisi bunga untuk mengenang para pengunjuk rasa yang tewas.

Sementara itu, militer, yang memburu sekitar 120 selebriti karena berbicara menentang kudeta, menangkap aktor, penyanyi, dan model terkemuka, Paing Takhon (24), menurut saudara perempuannya. 

Ia diciduk dari rumah ibunya di daerah North Dagon di Yangon pada Kamis pagi, saudara perempuannya Thi Thi Lwin mengirimkan laporan tersebut di Facebook.

“Karena dia sakit parah, mereka menangkapnya dengan tenang tanpa kekerasan. Kami tidak tahu kemana dia dibawa,” tambahnya. Thi Thi Lwin mengatakan aktor tersebut menderita penyakit malaria dan penyakit jantung.

Komedian paling terkenal di negara itu, Zarganar, juga ditangkap pada hari Selasa, menurut laporan media. AAPP mengatakan 2.847 orang saat ini mendekam dalam tahanan.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…