[SALAH] “Tips Kesehatan Membuang Batu Empedu”

by -18 views

Klaim “batu empedu keluar tanpa operasi” adalah KELIRU. BUKAN batu empedu, FAKTANYA adalah gumpalan minyak hasil proses saponifikasi parsial (pembentukan sabun). Meskipun pada umumnya aman untuk mereka yang sehat (tanpa faktor-faktor komplikasi), menunda operasi lebih berbahaya karena dapat menambah risiko kesehatan.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan.

SUMBER: Pesan berantai WhatsApp.

PENJELASAN

Berdasarkan “7 Jenis Mis dan Disinformasi”, masuk ke kategori “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu” karena SUMBER membagikan informasi SALAH yang sebelumnya sudah pernah diklarifikasi (First Draft) [1].

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Peter Moran, MB, BS, B.Sc. (Med), FRACS, FRCS (Eng), klaim “batu empedu keluar tanpa operasi” adalah SALAH karena: “Banyak gumpalan hijau, coklat, kuning atau hitam dengan berbagai ukuran mungkin kemudian muncul saat buang air besar. Beberapa memiliki sedikit kemiripan dengan batu empedu, tetapi itu bukan batu. Mereka hanyalah “sabun” bernoda empedu yang dihasilkan oleh saponifikasi parsial (pembentukan sabun) dari minyak.”

Selain itu, dijelaskan juga bahwa “Pada pasien dengan kesehatan yang wajar dan tidak ada faktor penyulit, flushes umumnya aman. Mengkonsumsi makanan berlemak dapat membawa risiko yang sebanding seperti batu tersangkut di tempat yang salah dan memicu kolik bilier atau komplikasi seperti pankreatitis akut. … Risiko terbesar mungkin berlaku bagi mereka yang menunda pembedahan meskipun berisiko mengalami komplikasi besar, yaitu mereka dengan gejala biasa atau yang telah pulih dari komplikasi yang berpotensi mematikan seperti pankreatitis akut atau kolangitis akut (infeksi saluran empedu).” (Malaysian Medical Resources, 11 Juli 2009. Sumber: Quackwatch, 9 Maret 2007) [2] [3].

Beberapa Referensi Lainnya yang Berkaitan

Mengenai “Saponifikasi”: “Saponifikasi adalah proses yang melibatkan konversi lemak, minyak, atau lipid , menjadi sabun dan alkohol melalui aksi panas dengan adanya alkali berair (misalnya NaOH ). Sabun adalah garam dari asam lemak dan asam lemak adalah monomer lipid yang memiliki rantai karbon panjang (paling sedikit 10) misalnya natrium palmitat .” (Wikipedia, cek juga sumber-sumber di daftar referensi) [4].

Menurut Brent A. Bauer, MD: “Meskipun minyak zaitun dapat bertindak sebagai pencahar, tidak ada bukti bahwa ini adalah pengobatan yang efektif untuk batu empedu. Juga, orang yang mencoba pembersihan kandung empedu mungkin melihat seperti apa batu empedu di tinja mereka keesokan harinya. Tapi mereka benar-benar melihat gumpalan minyak, jus, dan bahan lainnya. Pembersihan kantung empedu bukannya tanpa risiko. Beberapa orang mengalami mual, muntah, diare dan sakit perut selama pembilasan atau periode pembersihan. Bahan-bahan yang digunakan untuk membersihkan kantung empedu dapat membahayakan kesehatannya sendiri.” (Mayo Clinic, 3 April 2020) [5].

Jawaban dari dr Handrawan Nadesul terhadap pertanyaan pembaca: “Kelemahan bahan berkhasiat temuan baru umumnya hanya difokuskan untuk melihat khasiatnya saja, dan lupa untuk memastikan tingkat keamanannya (efek samping, dan efek racunnya). Banyak obat yang meredakan nyeri encok, tapi merusak ginjal.” (REPUBLIKA.CO.ID, 28 April 2009) [6].

Mengenai penggunaan Jus Apel, spesialis penyakit dalam dr Tirza Gwendoline SpPD: “Evidence basednya belum ada. Banyak orang yang menganggap sebagai terapi tradisional tapi belum terbukti secara penelitian mengenai efek samping dan manfaat dari jus apel (untuk batu empedu),” (VIVA.co.id, 9 Januari 2017) [7].

Berkaitan dengan pilihan cara-cara alami untuk mengobati Batu Empedu, Debra Rose Wilson, Ph.D., MSN, RN, IBCLC, AHN-BC, CHT: “Bicarakan dengan dokter Anda sebelum mencoba mengobati batu empedu sendiri. Dokter Anda dapat membantu Anda menerima diagnosis yang benar. Mereka juga dapat memberi tahu Anda tentang semua pilihan perawatan Anda. Jika Anda mengalami mata menguning, demam atau menggigil, dan sakit perut yang hebat, segera dapatkan perawatan medis.

  1. Membersihkan kantung empedu
  2. Jus apel
  3. Cuka sari apel
  4. Yoga
  5. Milk thistle
  6. Artichoke
  7. Rumput koin emas
  8. Paket minyak jarak
  9. Akupunktur” (Healthline, 21 Agustus 2017 dan diperbarui pada 7 Maret 2019) [8].

Masih dari Healthline, Graham Rogers, MD: “Kantung empedu Anda adalah organ kecil di bawah hati di perut kanan atas. Ini adalah kantong yang menyimpan empedu, cairan kuning kehijauan yang membantu pencernaan. Kebanyakan batu empedu terbentuk ketika ada terlalu banyak kolesterol di empedu.” (Ditulis oleh Brindles Lee Macon, 1 Juni 2017 dan diperbarui pada 22 Maret 2019) [9].

Aspek perawatan kritis penting yang terkait dengan penyakit terkait batu empedu dari PMC, J Crit Care Med (Targu Mures): “Sekitar dua puluh persen orang dewasa memiliki batu empedu yang menjadikannya salah satu penyakit gastrointestinal paling umum di negara-negara Barat. Sekitar dua puluh persen pasien batu empedu memerlukan terapi medis, endoskopi, atau bedah seperti kolesistektomi karena timbulnya gejala terkait batu empedu atau komplikasi terkait batu empedu. Dengan demikian, pasien dengan batu empedu yang bergejala, tidak rumit atau rumit, terlepas dari jenis batunya, merupakan salah satu kategori pasien terbesar yang dirawat di rumah sakit Eropa.” (PMC, 4 Februari 2019) [10].

Masih dari PMC, Niger J Surg.: “Penyakit batu empedu adalah masalah medis di seluruh dunia, tetapi tingkat insiden menunjukkan variasi geografis yang substansial, dengan tingkat terendah dilaporkan pada populasi Afrika. Publikasi dalam bahasa Inggris pada batu empedu yang diperoleh dari permintaan cetak ulang dan database PubMed menjadi dasar untuk makalah ini. Data yang diambil dari sumber ini termasuk penulis, negara, tahun publikasi, usia dan jenis kelamin pasien, patogenesis, faktor risiko perkembangan batu empedu, distribusi ras, gejala yang muncul, komplikasi dan pengobatan. Batu empedu terjadi di seluruh dunia, namun paling umum di antara orang Indian Amerika Utara dan Hispanik tetapi rendah pada populasi Asia dan Afrika. Protein empedu yang tinggi dan konsentrasi lemak merupakan faktor risiko pembentukan batu empedu, sedangkan lumpur kandung empedu dianggap sebagai prekursor batu empedu yang biasa.Konsentrasi kalsium bilier berperan dalam pengendapan bilirubin dan kalsifikasi batu empedu. Perawatan batu empedu harus disediakan untuk mereka yang memiliki gejala penyakit, sedangkan kolesistektomi profilaksis dianjurkan untuk kelompok tertentu seperti anak-anak, mereka yang menderita penyakit sel sabit, dan mereka yang menjalani perawatan bedah penurunan berat badan. Perawatan harus dilakukan untuk sebagian kecil pasien dengan batu empedu, karena mayoritas dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala. Kelompok yang harus menjalani kolesistektomi termasuk mereka yang memiliki gejala batu empedu, pasien penyakit sel sabit dengan batu empedu, dan pasien dengan obesitas morbid yang menjalani laparotomi karena alasan lain.Perawatan batu empedu harus disediakan untuk mereka yang memiliki gejala penyakit, sedangkan kolesistektomi profilaksis dianjurkan untuk kelompok tertentu seperti anak-anak, mereka yang menderita penyakit sel sabit, dan mereka yang menjalani perawatan bedah penurunan berat badan. Perawatan harus dilakukan untuk sebagian kecil pasien dengan batu empedu, karena mayoritas dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala. Kelompok yang harus menjalani kolesistektomi termasuk mereka yang memiliki gejala batu empedu, pasien penyakit sel sabit dengan batu empedu, dan pasien dengan obesitas morbid yang menjalani laparotomi karena alasan lain.Perawatan batu empedu harus disediakan untuk mereka yang memiliki gejala penyakit, sedangkan kolesistektomi profilaksis dianjurkan untuk kelompok tertentu seperti anak-anak, mereka yang menderita penyakit sel sabit, dan mereka yang menjalani perawatan bedah penurunan berat badan. Perawatan harus dilakukan untuk sebagian kecil pasien dengan batu empedu, karena mayoritas dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala. Kelompok yang harus menjalani kolesistektomi termasuk mereka yang memiliki gejala batu empedu, pasien penyakit sel sabit dengan batu empedu, dan pasien dengan obesitas morbid yang menjalani laparotomi karena alasan lain.Perawatan harus dilakukan untuk sebagian kecil pasien dengan batu empedu, karena mayoritas dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala. Kelompok yang harus menjalani kolesistektomi termasuk mereka yang memiliki gejala batu empedu, pasien penyakit sel sabit dengan batu empedu, dan pasien dengan obesitas morbid yang menjalani laparotomi karena alasan lain.Perawatan harus dilakukan untuk sebagian kecil pasien dengan batu empedu, karena mayoritas dari mereka yang tidak pernah mengalami gejala. Kelompok yang harus menjalani kolesistektomi termasuk mereka yang memiliki gejala batu empedu, pasien penyakit sel sabit dengan batu empedu, dan pasien dengan obesitas morbid yang menjalani laparotomi karena alasan lain.” (PMC, Juli-Desember 2013) [11].

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”, http://bit.ly/3pIsnm2 (Google Translate) & http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/3sjlBou (arsip cadangan).

[2] medicine.com.my: “Pembilasan hati kembali”, http://bit.ly/3qGVtUv (Google Translate) / http://bit.ly/3dyiEMX (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/rxXg3).

[3] quackwatch.org: “Kebenaran tentang “Flushes” Kantung Empedu dan Hati”, http://bit.ly/2ZFwl4x (Google Translate) / https://bit.ly/3kczJwY (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/bq3Lz).

[4] wikipedia.org: “Saponifikasi”, http://bit.ly/3bxZEM2 (Google Translate) / http://bit.ly/2NNKM3T (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/BcRYy).

[5] mayoclinic.org: “Membersihkan kantung empedu: Obat ‘alami’ untuk batu empedu?”, http://bit.ly/2ORNd5O (Google Translate) / http://bit.ly/2NL3hWw (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/xP35Z).

[6] republika.co.id: “Bisakah Apel Hilangkan Batu Empedu?”, http://bit.ly/2P1uJQz / https://archive.md/QSVTJ (arsip cadangan).

[7] viva.co.id: “Jus Apel Keluarkan Batu Empedu, Hoax atau Bukan?”, http://bit.ly/2MbSwvW / https://archive.md/DInYb (arsip cadangan).

[8] healthline.com: “Apakah Ada Cara Alami untuk Mengobati Batu Empedu?”, http://bit.ly/3pQBSjv (Google Translate) / http://bit.ly/3sfAZlP (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/4ryMz).

[9] healthline.com: “Memahami Batu Empedu: Jenis, Nyeri, dan Lainnya”, http://bit.ly/3aHsJ8t (Google Translate) / http://bit.ly/2McbJxx (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/GRMVv).

[10] ncbi.nlm.nih.gov/pmc: “Aspek Perawatan Kritis Penyakit Batu Empedu”, http://bit.ly/3bw0p7Z (Google Translate) / http://bit.ly/3bw0uIP (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/tSSr6).

[11] ncbi.nlm.nih.gov/pmc: “Batu empedu”, http://bit.ly/3pIPQ6A (Google Translate) / http://bit.ly/2ZEYubW (arsip cadangan, dalam bahasa asli (English) di https://archive.md/rkz5D).

CATATAN

* Salinan narasi selengkapnya,

“BATU EMPEDU
Tanpa operasi .. mohon dibaca posting ini .. mungkin ada manfaatnya :

Tips Kesehatan Membuang Batu Empedu

===============

Indikasi awal kanker & tumor biasanya diawali dgn penuhnya kantung empedu dengan batu. Semua orang cenderung empedunya berisi batu, ttp pada kondisi tertentu akan jadi penyakit. Artikel di bawah ini tlh memberi saya jalan keluar, !padahal 4 dokter memastikan saya hrs dioperasi.

Krn bbrp minggu lalu, saya terkena hepatitis A dan hasil USG ternyata empedu saya penuh dgn batu. Penuhnya empedu dgn batu tdk akan kita ketahui dlm keadaan normal. Saya baru tahu stlh dokter melakukan USG Hati dan empedu.

Menurut Dokter: Operasi kantung empedu dgn mengangkat kantung empedu dgn operasi besar ataupun laparaskopi. Biaya yg akan kita keluarkan unt operasi tsb berkisar ant 40-60 juta. (Utk operasi saja)

Silahkan baca original artikel paling bawah dari Dr Lai Chiu- Nan, bgmn mengeluarkan batu empedu tanpa operasi dan biaya sgt murah dan tdk merusak tubuh kita. Subhanallah saya tlh mengikuti saran beliau dan alhamdulillah batu empedu ku keluar semua tanpa operasi. (Ini bkn detoxinasi, tapi spt pembersihan perut).

Hasil USG saya empedu tlh penuh dgn batu, stlh melakukan treatment ini saya meminta USG kembali sbg bukti. Ternyata benar…kantung empedu saya kosong… Entah bgmn saya menyampaikan ucapan terimakasih ke Dr Lai Chiu-Nan, tp saya cuma ingin sharing pengalaman sesuai niat Dr Lai Chiu-Nan membagi pengalaman kpd saudara² kita dgn gratis.

Bagi yg sehat…cobalah, krn saat kita sakit akut ataupun kronis gak enak rasanya. Ini adalah salah satu cara menghindari kanker dan tumor.

Fungsi hati dan empedu: Menetralisir racun di tubuh, Empedu menetralisir lemak yg kita asup ke dlm tubuh.Keduanya saling berkaitan… kalau kedua2nya bersih …berarti kita tlh menyehatkan tubuh kita agar normal fungsi keduanya. Sehat adalah milik kita semua..Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
Oleh Dr Lai Chiu-Nan

Ini tlh berhasil bagi banyak org. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pd org lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya unt informasinya ini, krn itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adlh bila ada org yg karena informasi yg anda berikan menjadi sehat. Batu empedu tak banyak dirisaukan org, tp sebenarnya semua perlu tahu krn kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi krn batu empedu bisa berakhir dgn penyakit kanker. “Kanker sendiri tdk pernah muncul sbg penyakit pertama” kata Dr Chiu-Nan.

“Umumnya ada penyakit lain yg mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bhw orang² yg terkena kanker biasanya ada banyak batu dlm tubuhnya. Dlm kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dlm ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dlm kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pd ginjal.”

Bila anda menduga ada batu pd empedu anda, cobalah cara yg dianjurkan oleh Dr Chiu Nan unt menghilangkannya scr alamiah.

Pengobatan ini juga dpt dipakai bila ada keluhan gangguan hati, krn hati dan kandung empedu saling berkaitan.

Tata-cara pengobatannya adlh sbb :

  1. Selama 5 hari ber turut² minumlah 4 gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah 4 atau 5 buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan spt biasa.
  2. Pada hari ke 6 jangan makan malam. Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dgn segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yg sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh² kandung empedu. Jam 10 malam campurkan 1/2 cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dgn setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 unt melancarkan keluarnya ‘batu empedu’.

Keesokan hari Anda akan menemukan batu² berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu² ini biasanya mengambang” menurut Dr Chiu-Nan.”Cobalah hitung jumlahnya. Ada yg jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali.Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

  1. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat).
  2. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada
  3. Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun

“Orang yg hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sbg org kerdil dan mati sbg org kerdil. Ttp org yg mau memikirkan org lain, ia akan menjadi org besar dan mati sbg org besar”.

*_Bantu share yaaa..🙏”.

* Salah satu Situs Blog yang memuat artikel pada 25 Juni 2008, practicaltherapy.blogspot.com: “REMOVING GALLSTONES NATURALLY by Dr Lai Chiu-Nan” https://archive.md/Y0twb (arsip cadangan, dengan bahasa asli, English).

The post [SALAH] “Tips Kesehatan Membuang Batu Empedu” appeared first on TurnBackHoax.