Sambut Ramadan, Makam di Madiun Dicat Warna-warni

by -192 views

Jamaninfo, Madiun: Tradisi nyekar pada hampir seluruh makam wilayah Kota Madiun, Jawa Timur, menjelang ramadan tahun ini semakin semarak, para peziarah atau ahli waris dipastikan lebih kusyuk mendoakan para leluhurnya, karena pihak kelurahan berinovasi menghias nisan dengan cat warna-warni.

Seperti di Makam Ki Ageng Budug, Kelurahan Nambangan Lor misalnya, tersedia spot untuk istirahat para peziarah, akses jalan bagi peziarah di antara makam itu juga tertata rapi, bahkan dilengkapi jalur difabel dan lanjut usia (lansia).

“Persiapan dilakukan sejak sebulan lalu. Semuanya murni swadaya masyarakat. Termasuk dana yang digunakan juga berasal dari donasi warga setempat. makam ini juga salah satu tempat yang ramai dikunjungi peziarah,” kata Lurah Nambangan Lor Kecamatan Mangharjo Slamet pada rri.co.id, Rabu (7/4/2021).

Karena itu, area makam seluas 3.150 meter persegi itu kini jauh dari kesan angker atau menyeramkan. Keberadaan makam Ki Ageng Budug, tokoh yang diyakini babad atau pendiri kelurahan setempat terawat baik, menjadi magnet bagi peziarah sebagai tempat wisata religi.

“Banyak yang selfie karena menarik ya, itu upaya kami untuk membuat warga nyaman dan menghilangkan kesan angker,” imbuhnya.

Inovasi dengan mengecat nisan warna warni itu juga dilakukan di 85 total makam yang tersebar di 27 kelurahan di kota Madiun.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto mengungkapkan, inovasi tersebut telah dilakukan sejak dua tahun terakhir.

Tujuannya mengubah image makam yang seram menjadi nyaman dipandang. Sekaligus menertibkan administrasi terkait nama makam yang bersangkutan.

“Bahkan ini kita lombakan setiap tahun, murni inovasi warga dan pengecatan nisan itu juga seizin ahli waris,” ucap Totok.

Totok menambahkan, semakin inovatif dalam menghias makam, mengindikasikan warga setempat guyub-rukun dan gotong-royong.

Apalagi, menurutnya, di masa pandemi ini petugas makam harus standby 24 jam dan siap siaga memfasilitasi masyarakat ketika ada yang meninggal. Baik meninggal karena kasus covid-19 maupun tidak.

Disisi lain, inovasi menghias makam itu diharapkan memiliki multiplier effect. Mulai warga yang jualan bunga, makanan, hingga oleh-oleh. Sehingga diharapkan bisa melengkapi fasilitas bagi peziarah yang melakukan wisata religi di kota Madiun.

“Ada multiplier effectnya lah. Bisa jadi sebagai wisata religi, sekaligus persiapan menjelang ramadhan yang biasanya ahli waris melaksanakan tradisi nyekar,” pungkasnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…