Satu Dekade, Pasar Modal Syariah Tawarkan Cuan & Berkah

by -19 views

Jamaninfo, Jakarta: Pasar Modal Syariah mengalami pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang 10 tahun perjalanannya. Namun, masih perlu inovasi, inklusi dan literasi pasar modal syariah bagi masyarakat luas untuk lebih memperkuat dan meningkatkan kinerja pasar modal syariah, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim.

“Satu dekade pasar modal syariah menjadi momentum kebangkitan pasar modal syariah, yang diharapkan akan memberikan energi baru untuk mendorong pertumbuhan fan perkembangan pasar modal syariah di Indonesia,” ujar Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Fawzi Hasan, dalam acara Edukasi Wartawan dengan bertema ‘1 Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah’, Rabu (7/4/2021)

Fawzi Hasan mengatakan, cikal bakal pasar modal syariah di Indonesia, berawal dari penerbitan reksa dana syariah pada tahun 1997.  Selanjutnya Bursa mengembangkan indeks pertama berupa JII (Jakarta Islamic Index).

“Baru pada tahun 2011, kami menandainya sebagai awal kebangkitan pasar modal syariah. Karena pada saat itu, kami mendapatkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI Nomor 80 tentang transaksi efek yang memenuhi prinsip syariah di BEI,” ujar Fawzi.

Selama satu dekade, pasar modal syariah berhasil menunjukkan kinerja yang baik. Ditandai dengan sejumlah penghargaan berskala internasional seperti  The Best Forting Institution in Islamic Finance, The Best Emerging Islamic Capital Market, dan dalam dua tahun terakhir menerima penghargaan The Best Islamic Capital Market dari  Global Islamic Finance Award (GIFA).

Pertumbuhan pasar modal syariah juga terlihat dari semakin meningkatnya jumlah investor saham syariah yang hingga saat ini sudah mencapai 97.703 investor.  Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh pada kesempatan yang sama mengatakan, di masa pandemi, kinerja pasar modal syariah justru meningkat dibandingkan masa sebelum pandemi.

“Selama masa pandemi dari 2 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021, ternyata indeks saham syariah, meski kenaikkannya tidak terlalu signifikan, tapi dapat bersaing dengan indeks saham yang lain,” jelas Irwan.

Ia memberi gambaran, sebelum pandemi atau dua bulan pertama pada 2020, indeks saham syariah ISSI, JII 70 dan JII berada pada posisi tiga terbawah dan mencatatkan kontraksi masing-masing 16,5 persen, 18,4 persen, dan 19,1 persen. Tapi di masa pandemi  indeks pasar modal syariah melesat, dimana ISSI tumbuh13,9 persen,  JII 70 12,3 persen, dan JII di posisi keempat setelah IHSG dengan pertumbuhan 7,8 persen.

Jumlah investor yang aktif juga meningkat, sampai Februari 2021, tercatat ada 17 ribu lebih  investor syariah  yang aktif dengan nilai transaksi sebesar 2,5 triliun rupiah. Irwan menyatakan optimis jumlah investor saham syariah akan terus bertambah,  terutama di kalangan generasi milenial.

“Apalagi sekarang sedang trend hijrah finansial di kalangan anak muda,” tukas Irwan.

Karena itu program inklusi, edukasi dan literasi pasar modal syariah pada masyarakat, masih menjadi salah satu agenda utama Bursa Efek Indonesia di tahun 2021 ini. Selain itu, di tahun ini juga pasar modal syariah juga berencana untuk meluncurkan indeks saham 17 BUMN katagori syariah.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…