Selamatkan Jiwa Warga, Dewa Dapat Anugerah BMKG

by -25 views

Jamaninfo, Jakarta : Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) ke-74, dan Rakornas BMKG, BMKG semakin meningkatkan layanan keandalan dalam menyampaikan informasi sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami. 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menilai Anugerah BMKG 2021 Kategori Tokoh Inspiratif pantas diberikan kepada Muhammad Mansur Dongkeng (Pak Dewa). Penghargaan ini diberikan kepadanya berkat aksi nyata Dewa dalam menyelamatkan jiwa sekitar 120 keluarga warga desa Oesapa, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

“Berbekal informasi dari BMKG, beliau memimpin evakuasi warga desa dari ancaman Siklon Tropis Seroja. Keteladanan pak Dewa dalam hal sadar bencana terbukti bermanfaat. Kemampuan membaca data didapat pak Dewa dari Sekolah Lapang Cuaca Nelayan BMKG.  Kisah dari pak Dewa dan Anugerah BMKG ini diharapkan menjadi inspirasi, motivasi bagi  kita agar sadar bencana untuk menuju Indonesia tangguh dan tumbuh,” kata Dwikorita Karnawati di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.co.id, Kamis (29/7/2021).

Ia menjelaskan, dalam hal teknologi BMKG telah meningkatkan keandalan teknologinya bagi keselamatan bangsa dan berbagai kemungkinan masyarakat menghadapi cuaca-cuaca buruk.

Dalam implemantasinya perlu dibutuhkan sinergi berbagai sektor agar informasi kebencanaan dan prediksi cuaca tepat dan cepat tersebar di masyarakat dengan pemahaman yang mudah dimengerti.

Untuk mengangkat capaian tersebut, BMKG memberikan apresiasi berupa Anugerah BMKG 2021 bagi sosok yang mampu menerapkan fungsi BMKG dalam kehidupan nyata pada umumnya, khususnya prakiraan cuaca dan peringatan dini tsunami serta data gempa. 

Pelaksanaan Tahun pertama Anugerah BMKG 2021 dilakukan dengan nominasi dan penjurian. Anugerah BMKG 2021 yang pertama kali dilaksanakan hanya memberi apresiasi untuk satu kategori dan satu pemenang. Kategori Tokoh Inspiratif dianggap dapat menjadi awal satu kategori di tahun pertama Anugerah BMKG ini. 

“Karena tokoh inspiratif dianggap dapat memberi contoh, teladan dan inspirasi bagi BMKG, stakeholder, maupun masyarakat luas,” jelasnya.

Ada beberapa kriteria pemenang yang di rumuskan untuk Tokoh Inspiratif Anugerah BMKG 2021. Kriteria tersebut antara lain adalah tokoh yang melakukan aksi nyata yang bermanfaat, berdampak signifikan dan memberi contoh teladan yang positif untuk masyarakat terkait tupoksi BMKG.

Anugerah BMKG 2021 akan memberikan apresiasi berupa piala dan sertifikat yang ditandatangani Kepala BMKG. Selain itu diberikan hadiah berupa Hand Phone dan Dana Apresiasi.

BMKG menilai, Anugerah BMKG 2021 pantas disematkan kepada Muhammad Mansur Dokeng sebagai sosok yang inspiratif bersama BMKG menyelamatkan bangsa.

Muhammad Mansur Dokeng atau akrab disapa Dewa adalah sosok nelayan yang tinggal di desa Kampung Nelayan Oesapa, Kota Kupang, NTT. Dewa mampu menyelamatkan ratusan warga di lingkungannya, karena mampu membaca pesan berantai dalam grup _Whatsapp_, yang isinya adalah grafis dan data mengenai perkembangan cuaca di Kupang yang secara drastis menjadi cuaca ekstrem hingga membentuk Siklon Seroja.

Badai yang dikenal dengan Siklon Tropis Seroja pada awal April 2021 mengamuk, menerjang apapun yang dilalui, membawa angin dan banjir. Sebanyak 11 wilayah yang terdiri dari kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak banjir bandang dan longsor akibat cuaca ekstrem imbas dari bibit siklon dan Siklon Tropis Seroja.

Ada delapan daerah di Provinsi NTT dengan kondisi kerusakan terparah, termasuk antara lain Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Sabu Raijua.

Atas pemahaman Dewa dalam mengintepretasikan pesan prakiraan cuaca dari BMKG dalam grup aplikasi seluler, Dewa meminta dan meneruskan informasi tersebut kepada seluruh masyarakat untuk segera mengungsi dan menyelamatkan diri, karena badai besar akan datang.

Atas arahan dan informasi Dewa berdasarkan info dan data BMKG warga desanya segera berlindung dan sebanyak 120 keluarga selamat melalui badai tersebut, meski dalam peristiwa tersebut empat orang dinyatakan meninggal sebab masih berada di tengah laut dan tidak mendapatkan pesan dari Dewa.

BMKG memiliki program agen perubahan iklim melalui berbagai bentuk informatif yang dikemas dalam pelatihan sekolah-sekolah dari komunitas. Sekolah Lapang BMKG ini terdiri dari Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Geofisika, dan Sekolah Lapang Iklim. 

Ia menyebutkan, tujuan diadakannya sekolah lapang BMKG ini adalah mewujudkan ketahanan masyarakat petani, nelayan, serta komunitas penggiat dan pemangku kepentingan, terhadap bahaya yang diakibatkan oleh kondisi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami, khususnya dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Melonjaknya kejadian-kejadian cuaca dan iklim ekstrem serta kejadian gempabumi beberapa tahun terakhir, dapat mengancam keberlangsungan kegiatan pertanian, pelayaran, dan bahkan keselamatan bagi masyarakat, sehingga tidak bisa diabaikan.

BMKG juga memerlukan mediator untuk menyampaikan informasi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami untuk bisa diterima di kalangan petani, nelayan, dan penggiat penanggulangan bencana. Informasi tersebut diolah dari data hasil observasi melalui ribuan sensor yg terpasang di seluruh Provinsi hingga Kecamatan di Indonesia, yang terkoneksi dengan _Internet of Things (IoT)_ serta dengan 41 Radar Cuaca dan Satelit Himawari, di mana kemudian data tersebut secara otomatis dan super cepat diproses oleh _Artificial Intelligent (AI)_ melalui perhitungan matematis-fisis dan pemodelan numeris dengan menggunakan super komputer, untuk mendapatkan berbagai jenis informasi dalam bentuk infografis ataupun peta digital, agar dapat tersebar luas secara cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk perencanaan dan tata ruang kota/wilayah yang berbasis mitigasi bencana dan perubahan iklim.

Selain itu, mediator atau agen perubahan informasi BMKG juga mampu menyampaikan prediksi dan peringatan dini bencana hidrometeorologi, geofisika dan potensi karhutla, untuk mendukung ketahanan pangan, energi dan sumber daya air, serta untuk kepentingan berbagai sektor seperti sektor transportasi, infrastruktur, kesehatan, pariwisata, industri dan sebagainya.

Khusus untuk sektor pertanian dan perikanan, agar informasi BMKG tersebut dapat langsung diakses dan mudah dipahami oleh para petani, nelayan dan masyarakat secara umum, diperlukan sosialisasi dan diseminasi melalui mediator yang dilatih dalam Sekolah Lapang BMKG ini.

Pak Dewa diketahui merupakan alumni sekolah lapang BMKG untuk Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN), berkat pelatihan tersebut, 

“Pak Dewa merupakan simbol keberhasilan dari apa yang diharapkan melalui pendidikan pembacaan grafis dan pemanfataan data yang disajikan oleh BMKG dalam melihat kondisi cuaca,” pungkasnya.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.