Siklon Tropis Seroja, Waspadai Gelombang Tinggi

by -20 views

Jamaninfo, Dompu : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bima, merilis Siklon Tropis Seroja dengan tekanan 995 hPa, saat ini berada di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat.

Siklon Tropis ini, bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 6 knots (10 km/jam), intensitas Siklon Tropis Seroja diprakirakan menguat dalam 24 jam kedepan namun arah geraknya menjauhi wilayah Indonesia.

“Hal ini menyebabkan dampak secara tidak langsung untuk Wilayah NTB khususnya Bima dan Dompu,” kata Kepala BMKG Bima, Topan Primadi, Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada terbentuknya pola gangguan cuaca di daerah belokan angina (Shearline), penyebab terkumpulnya udara basah. Ini juga berdampak pada pertumbuhan awan hujan disekitar wilayah Bima Dompu serta peningkatan kecepatan angin yang menyebabkan potensi gelombang tinggi lebih dari 2 meter  untuk perairan Selatan Bima Dompu dan Samudera Hindia selatan NTB.

Akibat dari peningkatan curah hujan dan gelombang tinggi yang signifikan tersebut dapat mempengaruhi dinamika pesisir pantai dimana dapat berpotensi terjadi banjir ROB.

“Bukan Gelombang Tsunami Seperti Yang Sedang Simpang Siur dan Meresahkan Masyarakat Saat Ini,” jelasnya

Ia mengatakan jika banjir Rob sendiri merupakan suatu fenomena dimana naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan, karena naiknya permukaan air laut ke daratan inilah yang kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya jadi tergenang atau mengalami banjir.

Berdasarkan kondisi tersebut dihimbau kepada pihak pelabuhan Sape, pelabuhan Bima, pelabuhan Sumbawa serta masyarakat dan seluruh Nelayan yang beraktivitas di perairan selatan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi serta dampak dari gelombang tinggi dan bencana Hidrometeorologi.

Masyarakat juga diminta peka terhadap informasi cuaca yang didiseminasikan oleh BMKG. Untuk informasi cuaca terupdate wilayah Bima Dompu dapat dilihat melalui fanpage facebook dan instagram “BMKG BIMA”. (Editor: MDS)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…