Tanggap Darurat di Lembata, BNPB: Percepat Pemulihan

by -16 views

Jamaninfo, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap penetapan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat mempercepat pemulihan dan kestabilan aktivitas perekonomian masyarakat.   

“Status tanggap darurat dapat memberikan kelancaran arus transportasi bagi masyarakat dan wilayah terdampak bencana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/4/2021).

Sebelumnya, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya, terhitung mulai 4 sampai 17 April 2021 melalui Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 326, tertanggal 5 April 2021.

Pasca-bencana, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, terdapat enam titik lokasi pengungsian para warga terdampak, antara lain di SMP Sabar Subur Betun, SDK Betun 1 dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu dan SDI Kletek. 

Selain itu, terdapat satu titik posko utama yang terletak di aula Kantor Bupati dan satu titik pos lapangan di Puskesmas Waipukang.

Data terakhir yang berhasil dihimpun per Selasa (6/4), pukul 21.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia (MD) 28 orang, korban hilang 44 orang, pengungsi 958 orang serta korban luka-luka 98 orang di Kabupaten Lembata.

Adapun jumlah rumah rusak ringan sebanyak 75 unit, rusak sedang 15 unit dan rusak berat 224 unit. (foto: Instagram Lewut_Ileape_Hits)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…