Tantangan Kebijakan Penanganan Dampak Ekonomi Saat Pandemi

by -19 views

Jamaninfo, Jakarta: Menteri Keuangan sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Sri Mulyani Indrawati, mengajak para ahli ekonomi Islam memberikan kontribusi pemikiran untuk menjaga daya tahan perekonomian nasional dari dampak pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

“Penanganan dampak pandemi kemungkinan masih harus dilakukan hingga tahun 2022. Ini tantangan kebijakan ekonomi bagi kita. Sebagai Ketua IAEI, Saya ingin membagikan situasi ini pada para ahli ekonomi Islam, ayo kita omongin, kita diskusikan bersama. Sehingga kita bisa memahami tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam Webminar yang diselenggarakan IAEI, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (6/4/2021).

Menurut Sri Mulyani, sejak pandemi Covid 19 merebak setahun lalu, sebanyak 171 negara mengalami keterpurukan ekonomi sebagai dampak pandemi.

Total stimulus ekonomi yang digelontorkan untuk penanganan pandemi, secara global mencapai US$ 11.7 triliun atau sekira 12 persen dari GDP dunia. 

“Ini sesuatu yang luar biasa. Bank Dunia bahkan menyebut kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid 19 sebagai yang terburuk dalam 150 tahun terakhir. Semua negara melakukan kebijakan yang ekstra ordinary untuk menahan dampak buruk pandemi, baik terhadap ekonomi, sosial, bahkan politik,” papar Sri Mulyani.

Menkeu juga mengatakan,  krisis ekonomi akibat pandemi, bukan fenomena yang terjadi setahun sekali atau 10 setahun sekali, tapi fenomena yang terjadi setiap 100 tahun sekali.

“Jadi IEAI harus juga bisa melihat fenomena dan tantangan ini serta dampaknya dari sisi kebijakan ekonomi, yang memiliki implikasi bangsa Indonesia, dan bagi dunia,” pungkas Sri Mulyani. (Miechell Octovy Koagouw)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…