Teknologi Pengidentifikasi Asal Sumber Sampah di Laut

by -15 views

Jamaninfo, Alesund: Di seluruh dunia, ada sebanyak delapan juta ton plastik yang berakhir di laut setiap tahunnya, meskipun muncul kesadaran yang lebih besar tentang penggunaan plastik daur ulang dan sekali pakai.

Bagaimana kita mengatasi masalah ini, dan dari mana sebenarnya plastik itu berasal?

“Tindakan membersihkan plastik tidak banyak gunanya jika Anda tidak menangani sumber plastik pada saat yang sama,” kata Ph.D. calon Christina Hellevik, dikutip dari Physorg, Jumat (8/4/2021).

Hellevik adalah salah satu peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia (NTNU) di Ålesund yang bekerja untuk membuat model yang dapat menunjukkan di mana plastik terkumpul dan menentukan dari mana asalnya. Para peneliti bekerja sama dengan Otoritas Pelabuhan wilayah Ålesund, kotamadya Ålesund dan wilayah Møre og Romsdal.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan tindakan yang lebih bertarget untuk pembersihan dan pengumpulan limbah.

“Salah satu hal yang kami kembangkan adalah aplikasi yang mengenali plastik dari sebuah gambar,” kata Hellevik.

“Saat Anda sedang membersihkan sampah laut, Anda memotret benda-benda plastik yang Anda temukan dengan ponsel Anda dan mendaftarkan produknya di aplikasi,” katanya.

Di masa lalu, operasi pembersihan telah menimbang dan memotret limbah setelahnya, tanpa dapat mendaftarkannya secara detail dan efisien.

Para peneliti sedang dalam proses mengembangkan database untuk aplikasi, dan berkolaborasi dengan siswa yang sedang mengerjakan program master dalam simulasi dan visualisasi di NTNU di Ålesund.

Sekitar 100 orang akan menguji aplikasi saat mereka melakukan tindakan pembersihan di masa mendatang, dan tim tersebut termasuk Pusat Kesiapsiagaan Tumpahan Minyak dan Lingkungan Laut Norwegia, Pusat Lingkungan Runde, dan organisasi relawan.

“Teknologi ini akan tersedia secara luas mulai musim semi 2022, dan siapa pun akan dapat mengambil gambar plastik dan mendapatkan informasi,” kata Ricardo Da Silva Torres, profesor yang bertanggung jawab atas alat teknis tersebut.

“Orang juga perlu mencatat di mana benda itu ditemukan,” kata Torres.

Tujuannya adalah agar aplikasi membantu memprediksi area mana yang merupakan magnet bagi polusi plastik dan dari mana asalnya, dan sebagai dasar yang lebih baik untuk memfasilitasi pengambilan keputusan bagi pemerintah kota dan otoritas pelabuhan.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…