Tes Wawasan Kebangksaan, Eks Komisioner KPK Berkomentar

by -12 views

Jamaninfo, Jakarta:  Eks Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) mengkritik  tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai ke aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ia menduga hal itu sebagai upaya pembusukan di KPK. 

“Pembusukan di KPK makin degil dan bengis. Insan terbaik di KPK tengah disingkirkan. Mereka yang terbukti menegakkan marwah KPK,  dihabisi,” kata Bambang di akun Twitternya yang dilihat RRI.co.id, Selasa (4/5/2021). 

Padahal, lanjutnya, ada belasan kasus mega korupsi sedang diperiksa mreka, mulai dari Bansos, Pimpinan DPR penyidik dan  unsur Pimpinan KPK sendiri.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Cahya Harefa merespon klarifikasi soal beredarnya kabar yang menyebut puluhan pegawai KPK yang tidak lulus hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dikatakan Cahya, bahwa kabar tersebut tidak benar mengingat hasil tes sejauh ini masih tersegel dan belum diumumkan sama sekali di internal KPK.

“Saat ini hasil penilaian Asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi  kepada seluruh pemangku kepentingan KPK,” kata Cahya kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Adapun hasil tes tersebut merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes sebagai syarat pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN.

Hal ini sebagaimana diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Perkom Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara. (foto: Kompas.com)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…