TOL LAUT 2021. Arus Barang Meningkat di tengah Pendemi, Kep Sangihe Terbanyak

by -37 views

JMOL. Walau di tengah pendemi, kinerja Tol Laut tahun ini terbilang menggembirakan. Berdasarkan evaluasi semester 1 tahun 2021 oleh Ditjen Hubla, total muatan mencapai 9169 TEUs.

Rinciannya, muatan berangkat sebesar 6617 TEUs dengan komoditi muatan terbanyak yaitu semen, beras, dan air mineral. Adapun muatan balik mencapai 2542 TEUs, dengan komoditi terbanyak kayu, kopra, dan rumput laut. Gap sebesar 62 persen, turun sedikit dibanding tahun 2020.

Sepanjang tahun 2020 lalu, volume muatan berangkat (13825 TEUs) 3,2 kali lebih banyak dibanding muatan balik (4303 TEUs.). Gap rata-rata sebesar 69 persen.

“Ini menunjukkan kolaborasi stakeholder berlangsung dengan baik,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Rapat Koordinasi Tol Laut di Jakarta (14/09).

Untuk diketahui, pada tahun 2021 ini Tol Laut melayani 31 trayek, 105 pelabuhan, dan dengan mengoperasikan 31 kapal kontainer berkapasitas 60 – 100 TEUs. Kemenhub mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif memanfaatkan Tol Laut.

BACA: Tol LAUT 2021, Trayek Bertambah dan Tantangan Imbalance Trade

Pada kesempatan tersebut, Menhub memberikan penghargaan kepada sejumlah stakeholders atau pemangku kepentingan program tol laut.

Muatan balik terbanyak diraih Pemda Kepulauan Sangihe (T4 dan T5). Sementara Pemda Halmahera Utara (T5 dan T6) meraih penghargaan sebagai daerah dengan Peningkatan Muatan Balik tertinggi. Untuk operator kapal tol laut, PT Djakarta Lloyd (Persero) memenangkan On Schedule Performance. Load factor tertinggi diraih PT PELNI (Persero). Di pelabuhan, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 3 Namrole dinilai terbaik dalam pelayanan Kapal Tol Laut.

Pada Tol Laut 2021 ini, sejumlah inovasi dilakukan Kemenhub, diantaranya mengintegrasikan aplikasi SITOLAUT dan BRISTORE milik BRI. Dengan pemesanan dan pembayaran yang terintegrasi, akan memudahkan distribusi barang dari grosir hingga ke end user.

BACA: Ditjen Hubla Fokus Optimalkan Muatan Balik

Kemenhub juga membuka rute perdagangan baru, yang menhubungkan pusat pangan baru (food estate) di Merauke dengan kota dan kabupaten di Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. [AF]

Baca Selengkapnya..

No More Posts Available.

No more pages to load.