Tol Laut 2021. Kabupaten Sitaro Sulut Andalkan Lada, Kopra, dan Cengkih

by -52 views

JMOL. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Ulu Siau baru saja menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dan Stakeholder Pelabuhan Ulu Siau serta para pengusaha lokal dalam rangka optimalisasi muatan balik Tol Laut Tahun 2021. UPP Ulu Siau yang saat ini dipimpin Welhelmus D Dami, mengelola pelabuhan Ulu Siau yang berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.

Ulu Siau/Tagulandang termasuk dalam trayek T-5, yang berpangkal di Pelabuhan Bitung. PT Pelni menjadi operator trayek ini dan mendeploy KM Kendhaga Nusantara 01. Pada tahun 2020 lalu, arus muatan berangkat (365 TEU) dan balik (352 TEU) di trayek T-5 paling berimbang diantara trayek tol laut lain. Namun, secara total throughput (717 TEU) masih terbilang sedikit.

Rakor tersebut dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Kabupaten Sitaro, yaitu Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan. Hadir pula stakeholder dan pengguna jasa pelabuhan Ulu Siau yakni Kepala Cabang Pelni Bitung, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Ulu Siau, Toko-toko dan pengusaha-pengusaha komoditi.

Hasilnya, rakor sepakat mendorong penjualan komoditi unggulan Kabupaten Sitaro, yaitu Pala, Kopra dan Cengkeh. Ketiga komoditi ini jika dipasarkan di Pulau Jawa melalui Tol Laut, dapat meningkatkan pendapatan pengusaha lokal dan memperoleh perluasan pasar.

“Pemerintah Kabupaten Sitor juga siap memberi dukungan dalam bentuk kemudahan pengurusan izin, termasuk bersedia turun langsung membantu proses pengurusan perijinan,” kata Welhelmus.

Pala, Kopra, Cengkih

Menurut situs Mongabay Indonesia dalam tulisan edisi “Siau, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara”, produksi pala Sitaro pada tahun 2007 mencapai 1,66 juta ton, yang dihasilkan dari sekitar 3000 hektar luas lahan tanam pohon pala. Pala Siau merupakan satu-satunya komoditas pala di Indonesia yang sudah mendapat sertifikat indikasi geografis (SIG), yaitu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

Menurut data BPS Kab Sitaro tahun 2017, luas tanaman pala tercatat 5192 hektar dengan produksi mencapai 3100 ton. Kelapa sekitar 4.400 hektar luas tanam dengan produksi mencapai 3200 ton. Sementara luas tanaman Cengkih hanya sekitar 575 hektar. Ekspor perikanan laut Sitaro mencapai 6000 ton per tahun, namun pemanfaatan sumber perikanan ini masih tergolong usaha kecil dan tradisional.

Jika akan dipasarkan ke pulau Jawa, produk dari kabupaten Sitaro harus transit di Bitung dan kemudian diangkut melalui trayek lain yang berpangkal di Tanjung Perak, Surabaya. [AS]

Baca Selengkapnya..