Tol Laut 2021. Melalui Pengawasan, KSOP Bitung Tingkatkan Kinerja Bongkar Muat

by -82 views

JMOL. KSOP Bitung meningkatkan pengawasan dan koordinasi serta bersinergi dengan instansi terkait, guna memberikan manfaat yang signifikan terhadap optimalisasi muatan tol laut. Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Bitung Mursidi di Bitung Sulawesi Utara, Jumat (19/3).

Bitung adalah pelabuhan pangkal dari dua trayek Tol Laut, yaitu T-5 dan T-6. Masing-masing trayek dilayani KM. Kendhaga Nusantara 1 dan KM. Kendhaga Nusantara 13.

Jaringan trayek T-5 meliputi Bitung-Ulu Siau/Tagulandang – Tahuna – Lirung/Melangoane – Miangas – Marore PP.  Sementara trayek T-6 adalah Bitung – Luwuk – Pagimana – Bunta – Mantangisi –  Ampana – Parigi/Tinombo – Tilamuta – Bitung.

Kepala Kantor KSOP Bitung Mursidi menjelaskan, sejak Januari hingga pertengahan Maret 2021, KM. Kendhaga Nusantara 1 yang melayani Trayek T-5 telah mengangkut muatan balik sebanyak 1 box berisi mobil dan 28 box Kopra asal Tahuna, 55 box Kopra, 8 box Arang dan 12 box Ikan (Reefer) dari Lirung/Melonguane.

“Sedangkan muatan dari pelabuhan Bitung adalah 2 box beras dan 4 box beras dengan tujuan Lirung, dengan total 4 call,” katanya.

Artinya, hingga minggu ke-3 bulan Maret 2021, Muatan balik pada T-5 adalah 103 TEU, sementara muatan berangkat hanya 6 TEU. Total muatan sebesar 109 TEU.

Pada tahun 2020, kinerja T-5 adalah 352 TEU muatan berangkat dan 365 muatan balik. Totalnya 717 TEU. Arus kargo di trayek ini bisa dikatakan berimbang, imbalance trade hanya 4 persen, dengan muatan balik yang lebih besar dibanding muatan berangkat.

Masih menurut Marsudi, KM Kendhaga Nusantara 13 yang melayani Trayek T-6 telah mengangkut muatan balik sebanyak 13 box berisi Beras asal Parigi/Tinombo. Muatan dari Bitung sebanyak 53 box berisi Semen dengan tujuan Luwuk, Pagimana, Bunta, Matangisi, dan 3 box berisi Air Mineral dengan tujuan Parigi/Tinombo.

Sehingga, kinerja T-6 dalam tiga bulan ini adalah 69 TEU, terdiri Muatan Balik 13 TEU dan Muatan Berangkat 56 TEU.

Pada tahun lalu (2020), total arus cargo di trayek T-6 adalah 978 TEU. Terdiri atas muatan berangkat sebesar 964 TEU, sementara muatan balik sangat minim, hanya 14 TEU. Imbalance trade di trayek ini sangat tinggi dengan muatan balik yang lebih sedikit dari muatan berangkat. KSOP Bitung perlu memberi perhatian lebih pada trayek T-6 ini.

Baca: Ditjen Hubla Fokus Tingkatkan Muatan Balik

Menurut Mursidi, sebagai pelabuhan pangkal, pihaknya fokus meningkatkan pengawasan untuk memastikan kegiatan bongkar-muat berjalan aman dan lancar. Di Bitung, karena ketiadaan lapangan penumpukan pihaknya tidak menurunkan peti kemas kosong dan dibiarkan tetap di atas kapal. Namun demikian, opsi ini mempersingkat waktu bongkar muat. [AS]

Baca Selengkapnya..