Tolak Perpanjangan Jabatan Presiden, Relawan JAMAN: Tak Ingin Jokowi Menjadi Soeharto

by -247 views
Foto ; Iwan Dwi Laksono bersama Relawan JAMAN

Jamaninfo.com, Jakarta (26/6) – Relawan Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) menolak gagasan perpanjangan perpanjangan jabatan Presiden. Melalui rilis nya Ketua Umum JAMAN, A Iwan Dwi Laksono (IDL) menyatakan bahwa sebagai barisan pemenangan Jokowi menolak dengan tegas gagasan dari MPR RI yang ingin memperpanjang jabatan Presiden RI menjadi 8 tahun atau 3 kali periode bahkan bisa seumur hidup.

“Bagi kami isu ini meresahkan, sebab jika masa jabatan tidak dibatasi, tentu sangat berpotensi pemimpin tersebut menjadi diktator, dan bangsa ini pernah punya pengalaman pahit seperti itu.”, Ujar IDL.

Sosok Pak Jokowi memang merakyat dan jika masa jabatannya terus diperpanjang apakah tetap Pro rakyat, siapa yang menjamin? Pada Periode kedua ini saja kelompok relawan dibatasai oleh orang disekitar presiden seperti tembok besar sehingga tidak bisa memberi masukan aspirasi rakyat bawah.

Seharusnya MPR menyusun regulasi agar substansi demokrasi tercapai, tak cukup diprosedural, sehingga menjawab tantangan bagaimana menciptakan Jokowi-Jokowi baru, bagaimana partai politik dapat melepaskan diri dari oligarki elit dan bagaimana konstitusi menjamin hak sama setiap warga negara bisa memilih dan dipilih.

Beberapa Negara di dunia telah memperpanjang masa jabatan kepala negara, seperti di Negara kecil di Afrika dan Amerika lain yang berhaluan sosialis, Rusia, China, Kamboja, Turki, dan Mesir.

Bagi kami, masa jabatan 5 tahun yang dibatasi 2 periode sebagaimana amanat Reformasi di Indonesia masih relevan, Presiden punya hak preprogatif untuk segera meresafle kabinet jika menterinya tidak bisa bekerja. Apalagi kita menganut presidensiil, tidak seperti parlementer yg terbelenggu kekuatan partai politik di parlemen. Presiden dan para pembantunya dituntut cepat menyelesaikan masalah bangsa ini. (Rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *