Tragedi Adonara, Pelukan Selo Bukan yang Terakhir

by -15 views

Jamaninfo, Ende: Windiyani sudah pasrah dan mencoba ikhlas, pelukan buah hatinya Selo, menjadi peluk terakhirnya.

Dia takut, horor banjir bandang di malam buta Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Minggu (4/4/2021) lalu akan merenggut canda ria dia bersama si bujang belahan jiwa.

Namun Tuhan punya kuasa, Selo yang terpisah dari Windiyani, serta sang ayah Emanuel Rohidi ditakdirkan selamat, setelah tujuh jam diterjang ganasnya air coklat keruh bercampur material batu dan gelondong kayu.

“Saya keluar dari pintu belakang, tapi banjir sudah kepung rumah kami. Saya sebentar peluk Selo. Kami terbawa air lalu sekitar beberapa meter Selo terlepas dari pelukan saya, karena banjir sangat deras,” kisah Windiyani kepada RRI.co.id di tempat pengungsian di Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur, Kamis (8/4/2021).

Windiyani mengingat, setelah Selo terpisah, dirinya juga diseret arus air. Setelah beberapa meter, dirinya diselamatkan keluarga yang terus mengejar.

“Saya lalu dibawa air, dan diselamatkan suami bersama bapak, mama, paman dan adik kami malam itu juga.Sedangkan Selo dibawa banjir. Malam itu, semua mencari Selo usai kami dievakuasi ke rumah keluarga. Saya terus menangis minta Selo ditemukan sampai dapat, karena saya yakin dia selamat,” kisahnya.

Benar saja, Tuhan yang mendengar jerit doa Windiyani menakdirkan Selo yang masih berusia dua tahun itu selamat. Bahkan Selo ditemukan oleh kakeknya sendiri.

“Saya sempat ajak suami doa karena kami yakin Selo selamat. Hingga anak kami ditemukan selamat oleh opanya sendiri, Lukas Sengaji di dalam kali,” pungkasnya.

Diketahui, pasangan ini tinggal di bantaran Kali Waiwerang, di Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur.

Kini mereka tak henti melantunkan syukur, meski ada duka bencana, namun masih tetap berkumpul bersama keluarga. (Ccp)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…