TSS Selat Sunda dan Lombok Berlaku Hari ini, KPLP Mulai Operasi Patroli Gakkum

by -47 views
Berita Terkini

JMOL. Satu tahun lebih setelah diadopsi IMO, Bagan pemisah lalu lintas atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok resmi diberlakukan hari ini, Rabu (1/7). Bersamaan dengan itu, KPLP mulai melakukan operasi patroli penegakkan hukum (Gakkum) di kedua selat tersebut. Penegakkan hukum akan diterapkan bagi setiap kapal yang melakukan pelanggaran tata cara Berlalu Lintas di Jalur TSS, yang dinilai dapat membahayakan dan menimbulkan kecelakaan di area TSS.

Menurut Ahmad, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), patroli gakkum dilaksanakan sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: KP.531/DJPL/2020 dan KP.533/DJPL/2020. Kedua SK Dirjen Hubla tersebut mengatur Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi kapal negara patroli, dalam hal ini armada patroli KPLP, dalam melaksanakan penegakan hukum di bidang keselamatan berlalu lintas di TSS Selat Sunda dan Selat Lombok.

Landasan SOP Patroli Gakkum di atas adalah ketentuan IMO Circular Nomor COLREG.2/Circ.74 tentang new TRAFFIC SEPARATION SCHEME dan SN.1/Circ.337 tentang Routeing Measures Other Than Traffic Separation Schemes pada 14 Juni 2019. Kemudian, Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 129 dan KM 130 Tahun 2020 tentang Penetapan Sistem Rute di Selat Lombok dan Selat Sunda dalam rangka menjamin terlaksananya penegakkan hukum pada kedua TSS tersebut. Kedua Keputusan Menteri tersebut dapat diunduh di sini

Kapal Patroli KPLP akan melakukan pengamatan terhadap kapal yang diduga melakukan pelanggaran dalam jalur TSS setelah memperoleh informasi dari stasiun VTS. Setelah itu, melakukan komunikasi via radio dengan kapal tersebut untuk memberitahukan jenis pelanggarannya. Secara bersamaan juga dilakukan pengamatan melalui Radar, AIS, Peta Laut dan instrumen GPS.

“Jika kapal yang diduga melakukan pelanggaran tersebut menjawab panggilan, maka nakhoda kapal patroli PLP akan melakukan pemeriksaan. Sedangkan jika (kapal) tidak menjawab panggilan, maka akan dibuat Laporan dan Berita Acara Kejadian ke Syahbandar setempat,” jelas Ahmad di Jakarta hari ini (1/7).

Dari pembagian wilayah patroli, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak menjadi penanggungjawab Patroli gakkum di TSS Selat Lombok. Meliputi antara lain: Selat Lombok dari Arah Utara Laut Bali ke Arah Selatan Samudera Hindia dan sebaliknya untuk Kapal Berbendera Indonesia; dan dari Padang Bai ke Gili Trawangan dan/atau ke Lembar dan sebaliknya, serta dari Arah Utara Laut Bali ke Arah Selatan Samudera Hindia dan Sebaliknya untuk Kapal Berbendera Asing.

Sementara penanggungjawab Patroli Gakkum di TSS Selat Sunda adalah Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Meliputi antara lain: dari Selat Sunda dari Arah Utara Laut Jawa ke Arah Selatan Samudera Hindia dan sebaliknya untuk Kapal Berbendera Indonesia, dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya, serta dari Arah Utara Laut Jawa ke Arah Selatan Samudera Hindia dan sebaliknya untuk Kapal Berbendera Asing.

Sesuai UNCLOS 1982, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kewajiban untuk menjamin kelancaran, keselamatan, ketertiban dan kenyamanan bernavigasi, agar lalu lintas kapal dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib untuk kepentingan nasional maupun internasional. Salah satu aspek keselamatan adalah mitigasi tubrukan antar kapal, dimana resiko terbesarnya berada pada alur pelayaran yang sempit dan padat. TSS dibuat untuk menyeragamkan arah dari kapal dalam suatu alur. Secara teknis, IMO mengaturnya dalam COLREG (the International Regulations for Preventing Collisions at Sea) 1972 yang menjadi dasar bagi pengoperasian TSS.

Melalui TSS Selat Sunda dan Selat Lombok, Indonesia berkontribusi kepada dunia dalam meningkatkan efisiensi bernavigasi, menekan angka kecelakaan kapal, serta melindungi lingkungan maritim di perairan kedua selat. [AS]

Baca Selengkapnya..