Vonis 6 Tahun Nurhadi, KPK Ajukan Banding

by -19 views

Jamaninfo, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan banding terkait vonis 6 tahun penjara terhadap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pihaknya telah melakukan penyerahan memori banding  ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Setelah mempelajari putusan terdakwa NHD (Nurhadi) dan RH (Riezky Herbiyono), Jumat, 30 /04/2021, Jaksa KPK Nur Haris Arhadi melalui PN Jakarta Pusat telah menyerahkan memori banding,” kata Ali melalui keterangannya, Senin (3/5/2021).

Menurut Ali, ada beberapa hal yang menjadikan alasa  tim JPU KPK melakukan banding terkait vonis yang diterima Nurhadi, salah satu contohnya belum dikabulkannya hukuman pidana berupa uang pengganti sebesar Rp 83.013.955.000.

“Adapun alasan banding Tim JPU, antara lain memandang adanya beberapa pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama yang belum mengakomodir terkait fakta-fakta persidangan mengenai nilai uang yang dinikmati oleh para Terdakwa,” kata Ali.

KPK berharap Majelis Hakim tingkat banding mempertimbangkan dan memutus sebagaimana apa yang disampaikan oleh Tim JPU dalam uraian memori banding dimaksud.

Hal yang sama juga dikatakan, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyatakan seharusnya eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono dihukum lebih berat dari vonis Majelis Hakim yaitu 6 tahun penjara.

Koordinator MAKI Boyamin saiman mengatakan, putusan majelis hakim terhadap Nurhadi sangat mengecewakan, apalagi jika dibandingkan dengan kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang di vonis 10tahun penjara, padahal jumlah suap Nurhadi lebih besar dari pada Pinangki

Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah mengajukan banding atas putusan Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Jaksa beralasan karena tidak seluruhnya dakwaan hingga tuntutan penuntut umum terbukti sebagaimana amar putusan hakim.

“Terkait putusan tersebut JPU menyatakan banding karena memandang ada beberapa pertimbangan majelis hakim yang belum mengakomodir apa yang dituntut oleh tim JPU KPK,” kata Ali.

Namun demikian, kata Ali, KPK mengapresiasi dan menghormati putusan majelis hakim yang menyatakan para terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan tim JPU.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Nurhadi dan Rezky Herbiyono 6 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Salah satu pertimbangan meringankan dalam vonis itu adalah Nurhadi dianggap telah berkontribusi dalam pengembangan Mahkamah Agung.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU KPK, yakni 12 tahun penjara untuk Nurhadi dan 11 tahun penjara untuk Rezky Herbiyono, serta Majelis hakim juga tidak mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK mengenai uang pengganti. (imr)

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…