Wamentan: Kesampingkan Kepentingan Pribadi dan Kelompok

by -18 views

Jamaninfo, Jakarta: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi mengimbau, kepada semua pihak yang berkaitan dengan penyediaan stok pangan rakyat, agar mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Hal itu diungkapkan Harvick saat meresmikan Gudang Daging Sapi PT Rass Mandiri Utama (RMU) di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (15/9/2021).

“Agar ketersediaan stok pangan tetap terjaga. Sehingga tercapai kestabilan harga yang menguntungkan petani dan masyarakat,” ungkapnya.

Harvick mengakui, pemerintah saat ini masih belum menjadi pihak mayoritas dalam penyediaan stok pangan rakyat, dibanding pihak swasta.

“Karenanya dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai daerah, saya selalu memotivasi pemerintah daerah hingga ke tingkat kabupaten, untuk berani membuat perusahaan daerah (perusda) di bidang pertanian,” ujarnya.

Dengan adanya perusda tersebut, lanjut Harvick, selain pemerintah daerah dapat mengurangi pengangguran di masa sulit selama pandemi ini, juga dapat memproduksi kebutuhan pangan siap saji.

“Seperti harapan Presiden, bahwa proses hilirisasi harus dilakukan pada produk-produk hasil pertanian, agar bisa diekspor dalam bentuk barang siap konsumsi,” jelasnya.

Berkaitan dengan Gudang Daging Impor PT RMU yang baru diresmikan, Harvick menyampaikan, terima kasihnya karena hal ini merupakan bentuk peran serta pengusaha nasional, yang peduli atas keterbatasan pemerintah dalam penyediaan storage penyimpanan stok daging impor untuk kebutuhan Jawa-Bali.

Sementara CEO PT RMU, Rasli Syahril menjelaskan, gudang daging yang baru diresmikan merupakan storage keempatnya yang berkapasitas 800 ribu ton. Sedangkan secara keseluruhan, daya tampung storage yang dimilikinya di dua lokasi di Duren Sawit dan Cakung, total mampu menampung 1.800 ton daging kemasan impor.

Sebagai distributor daging impor, PT RMU menampung daging segar dari asosiasi importir yang mendatangkan daging sapi Australia, New Zealand, Brazil dan India.

“Kami selama ini hanya sebagai distributor, karena belum mendapat izin impor,” imbuh Rasli.

Sumber : rri.co.idBerita Selengkapnya…

No More Posts Available.

No more pages to load.