Home / Maritim / Pemerintah Fokuskan Pelabuhan Patimban Subang untuk Distribusi Produk Otomotif

Pemerintah Fokuskan Pelabuhan Patimban Subang untuk Distribusi Produk Otomotif

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Pelabuhan Patimban yang akan dibangun di Kabupaten Subang, Jawa Barat, akan fokus pada pengiriman produk otomotif dan hasil produksi industri dari Karawang.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Budi Karya dalam kegiatan Site Visit Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban, Minggu (20/5) di Indramayu, Jawa Barat.

“Pelabuhan Patimban memiliki kegiatan strategis khususnya pada tahap awal ekspor produk otomotif nasional keluar negeri. Dan seperti kita ketahui bahwasanya Patimban ini berada di sebelah timur Karawang sehingga produk-produk dari industri itu tidak perlu sampai Pelabuhan Tanjung Priok tapi ke Pelabuhan Patimban,” ujarnya.

Budi menegaskan, pembangunan pelabuhan tersebut juga ditujukan untuk mengefisienkan biaya ekspor serta menyelesaikan kemacetan di Jakarta. “Pemerintah berharap dengan beroperasinya pelabuhan ini nantinya dapat mengefisienkan biaya untuk ekspor dan juga menyelesaikan kemacetan di Jakarta. Karena selama ini yang dari Jawa dan Cibitung menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok itu sangat lama dan mengakibatkan kemacetan di Jakarta,” tuturnya.

Progres pembangunan Pelabuhan Patimban sampai saat ini mencapai tahap pemilihan kontraktor dan akan segera memulai pembangunan konstruksi. Pembangunan akan dilaksanakan secara tiga tahap, dan diharapkan akan dapat melayani ekspor mencapai 7.5 juta TEUs pada tahun 2027.

“Pelabuhan ini dibangun bertahap, pertama adalah tahun depan, setelah itu kurang lebih tahun 2023, dan terakhir tahun 2027. Pada saat tahun 2027 Patimban sudah dalam kapasitas 7.5 juta TEUs seperti Pelabuhan Tanjung Priok sekarang,” imbuh Budi.

Dalam pembanguna  pelabuhan ini, Pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Jepang terkait pendanaan.

Budi berharap, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang selama 60 tahun ini tidak hanya memberikan ikatan persahabatan namun juga dapat meningkatkan perekonomian masing-masing negara.

“Pemerintah Jepang memberikan loan, soft loan jangka panjang 40 tahun. Dan memang kerja sama ini adalah kerja sama yang strategis karena ini menandai hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang itu 60 tahun. Harapannya kerja sama ini tidak hanya memberikan ikatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang tetapi juga meningkatkan perekonomian kita,” pungkasnya.

 

Sumber: http://setkab.go.id/

Editor: Eko “Gajah”

About redaksi

Check Also

Presiden Minta OOC 2018 Berdampak pada Kepentingan Nasional

Presiden Joko Widodo menilai penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018, di Bali, pada 29-30 Oktober …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *