Home Ekonomi Defisit Neraca Perdagangan Cenderung Turun

Defisit Neraca Perdagangan Cenderung Turun

39
0
SHARE
Sumber foto: http://setkab.go.id

Bank Indonesia (BI) menilai bahwa defisit neraca perdagangan Indonesia cenderung turun. Hal ini terlihat pada Agustus 2018 mencatat defisit USD 1,02 miliar, menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang sebesar USD 2,01 miliar.

“Perbaikan tersebut ditopang oleh kinerja neraca perdagangan nonmigas yang kembali mengalami surplus,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, dalam siara persnya di Jakarta, Senin (17/9) sore.

Menurut Agusman, dengan perkembangan tersebut, secara kumulatif Januari-Agustus 2018, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit USD 4,09 miliar.

Agusman mengemukakan, neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2018 mencatat surplus USD 0,64 miliar, setelah pada bulan sebelumnya tercatat defisit USD 0,78 miliar.

“Perbaikan neraca perdagangan nonmigas dipengaruhi penurunan impor nonmigas sebesar USD 1,84 miliar (mtm), terutama karena turunnya impor mesin dan pesawat mekanik, besi dan baja, kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, serta plastik dan barang dari plastik,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjut Agusman, ekspor nonmigas turun USD 0,43 miliar (mtm), terutama dari turunnya ekspor bahan bakar mineral, bijih, kerak, dan abu logam, karet dan barang dari karet, kertas/karton, dan berbagai produk kimia.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2018, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar USD 4,27 miliar,” jelasnya.

Mengenai defisit neraca perdagangan migas, Agusman mengakui adanya kecenderungan lebih besar karena naiknya impor migas. Ia menyebutkan, defisit neraca perdagangan migas pada Agustus 2018 tercatat USD 1,66 miliar, lebih besar dari USD 1,23 miliar pada Juli 2018.

“Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya impor migas sebesar USD 0,39 miliar (mtm), terutama impor minyak mentah,” ucapnya.

Agusman menambahkan, di sisi lain, ekspor migas tercatat turun USD 0,05 miliar (mtm) akibat turunnya ekspor hasil minyak dan gas. “Secara kumulatif Januari-Agustus 2018, neraca perdagangan migas mengalami defisit USD 8,36 miliar, lebih tinggi dari defisit pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 5,40 miliar,” terangnya.

Bank Indonesia, memandang defisit neraca perdagangan Agustus 2018 sejalan dengan masih kuatnya aktivitas ekonomi domestik, termasuk kegiatan produksi dan investasi.

“Ke depan, BI memprediksi kinerja neraca perdagangan diperkirakan membaik sejalan dengan konsistensi bauran kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dan sejumlah langkah yang ditempuh Pemerintah untuk mendorong ekspor dan mengendalikan impor,” pungkas Agusman.

 

Sumber: http://setkab.go.id

Editor: Eko “Gajah”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here