Hilirisasi Mineral Bermanfaat untuk Rakyat

by -167 views

Jaman, Energi (5/2) – Pada tanggal 11 Januari 2017 lalu Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan keempat atas PP Nomor 23 Tahun 2010 mengenai pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. 
Selanjutnya PP tersebut dilengkapi dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM 5/2017 tentang pengolahan dan pemurnian dalam negeri serta Permen ESDM 6/2017 tentang persyaratan ekspor mineral. Pada intinya, beberapa peraturan tersebut untuk memberikan payung hukum dan kepastian terkait ekspor mineral dan pembangunan smelter (hilirisasi mineral).

Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) menilai keputusan tersebut sudah tepat, karena hilirisasi mineral akan meningkatkan nilai tambah bagi negara serta memberikan manfaat bagi rakyat. 

“Pertambangan rakyat akan diuntungkan dengan peraturan ini,” kata Ketua Umum JAMAN, Iwan Dwi Laksono, di Jakarta, Senin (6/2).

Ia menjelaskan bahwa hilirisasi memberikan kesempatan bagi rakyat untuk meningkatkan nilai tambah atas aktivitas penambangan mineral selama ini. Apalagi saat ini komoditas tambang sedang mengalami tren peningkatan harga. 

“Pasar komoditas nikel saat ini berpotensi stabil dan berpotensi terus naik,” jelas Iwan.
Sebagaimana diketahui, per 1 Februari harga komoditi nikel sebesar 10.025,00 USD/ton. Selain itu, berdasar data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kamis (2/2) harga nikel kontrak untuk pengiriman 3 bulanan di London Metal Exchange (LME) menguat selama sepekan ini sebesar 10.47%.
Saat disinggung soal smelter, Iwan mengatakan bahwa banyak sekali keuntungan yang didapatkan oleh Indonesia dalam program hilirisasi mineral. Selain memberikan nilai tambah pada produk mineral, program ini juga akan berdampak pada peningkatan serapan tenaga kerja.
“Investor juga akan tertarik dan negara kita akan berperan penting dalam pasar mineral global,” tegasnya. 
Iwan juga meyakini bahwa program tersebut akan semakin menguatkan dan meningkatkan pertumbuhan industri-industri tambang mineral dalam negeri. “Ke depan pasti akan banyak bermunculan industri-industri pengolahan domestik,” pungkas Iwan.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *