Jamaninfo.com, JAKARTA, Indonesia – [5 Maret 2026] – Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), melalui Ketua Umumnya, A. Iwan Dwi Laksono, SE, dengan tegas menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif untuk Perdamaian Dunia. Inisiatif ini bertujuan untuk mengemban peran krusial sebagai juru damai dalam pusaran konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang kian memanas. Menurut A. Iwan Dwi Laksono, SE, di tengah eskalasi militer langsung yang belum pernah terjadi sebelumnya, dibutuhkan kehadiran mediator dengan kredibilitas global menjadi imperatif untuk mencegah destabilisasi geopolitik yang lebih luas.
A. Iwan Dwi Laksono, SE, menyoroti bahwa eskalasi terbaru, yang ditandai dengan serangan balasan langsung antara Iran dan Israel, serta peran kompleks Amerika Serikat dalam dinamika regional, telah menyeret kawasan dan dunia ke ambang jurang konflik yang lebih luas. Ketua Umum JAMAN ini menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar perang proksi, melainkan manifestasi nyata dari ketegangan geopolitik yang membutuhkan intervensi strategis dan diplomasi yang cerdas dan presisi.
Sesuai dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yaitu “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial.
A. Iwan Dwi Laksono, SE, menegaskan bahwa dari kacamata geopolitik, perang bukan hanya kejahatan terhadap kemanusiaan, tetapi juga destabilisator tatanan global. Ketua Umum JAMAN ini menjelaskan bahwa konflik bersenjata di Timur Tengah, sebuah episentrum strategis dunia, tidak hanya merenggut nyawa tak berdosa, menghancurkan peradaban, dan memicu gelombang migrasi massal, tetapi juga menciptakan ketidakpastian ekonomi global dan radikalisasi yang mengancam keamanan internasional. Masa depan jutaan anak-anak terampas, struktur sosial hancur, dan infrastruktur vital musnah, meninggalkan luka trauma lintas generasi yang sulit dipulihkan. Dalam pandangan A. Iwan Dwi Laksono, SE, dalam perang modern, tidak ada pemenang sejati; hanya ada kerugian kolektif yang meruntuhkan fondasi peradaban.
Keyakinan JAMAN, sebagaimana disampaikan oleh A. Iwan Dwi Laksono, SE, adalah bahwa setiap konflik, sekompleks dan seberbahaya apapun kalkulasi geopolitiknya, selalu memiliki solusi melalui jalur dialog dan perundingan. A. Iwan Dwi Laksono, SE menekankan bahwa meja perundingan adalah arena peradaban, tempat akal sehat dan kebijaksanaan diuji untuk mencari titik temu. Keberanian sejati dalam arena internasional bukanlah pada kekuatan militer, melainkan pada kemauan untuk merendahkan ego, membuka ruang dialog, dan mencari kompromi demi stabilitas regional dan kemanusiaan universal. Ini, menurut A. Iwan Dwi Laksono, SE, adalah panggilan untuk kepemimpinan yang memilih jembatan, bukan tembok, di tengah ancaman konfrontasi.
A. Iwan Dwi Laksono, SE, Ketua Umum JAMAN, menekankan bahwa Indonesia, dengan sejarah panjang sebagai negara non-blok yang menjunjung tinggi prinsip bebas aktif, memiliki posisi unik dan dihormati di kancah global. Kredibilitas ini, tambahnya, diperkuat oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dapat menjadi juru damai dengan menjadi jembatan kepercayaan yang sangat dibutuhkan antara pihak-pihak yang bertikai. Inisiatif Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo, dapat menjadi katalisator bagi PBB dan komunitas internasional untuk mengaktifkan kembali dan melanjutkan proses perdamaian yang berkelanjutan, mencegah eskalasi lebih lanjut, dan mencari solusi jangka panjang yang presisi, demikian pandangan A. Iwan Dwi Laksono, SE.
Melalui A. Iwan Dwi Laksono, SE, Ketua Umumnya, JAMAN menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan komunitas internasional untuk mendukung penuh upaya perdamaian ini. A. Iwan Dwi Laksono, SE menegaskan bahwa dunia saat ini sangat membutuhkan dengan mengedepankan dialog, bukan peluru; yang memilih diplomasi, bukan konfrontasi. Indonesia, melalui inisiatif Presiden Prabowo, diharapkan secara signifikan untuk terciptanya perdamaian dan stabilitas global, terutama di kawasan yang menjadi jantung geopolitik dunia.
“Situasi di Timur Tengah telah mencapai titik didih yang sangat berbahaya. Eskalasi langsung antara Iran dan Israel, dengan bayang-bayang intervensi kekuatan global, menuntut respons diplomatik yang cepat, tajam, dan presisi. Presiden Prabowo Subianto, dengan visi strategis dan komitmennya terhadap perdamaian, adalah figur yang tepat untuk memimpin inisiatif ini. JAMAN percaya, melalui diplomasi yang cerdas, kita dapat menarik kawasan dari ambang bencana,” tegas A. Iwan Dwi Laksono, SE, Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN).(*)






